Live Streaming Aa' gym di USTREAM

Cek terus halaman ini untuk melihat ceramah aa' secara live via ustream. Jadwal live streaming - menyusul, atau kunjungi http://www.ustream.tv/channel/aagym-dt untuk melihat rekamannya.

Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib

Live video chat by Ustream
Showing posts with label Abdul Wahab. Show all posts
Showing posts with label Abdul Wahab. Show all posts

Tuesday, September 28, 2010

MQ Pagi 26 September 2010

Tuesday, September 28, 2010
Pemateri: Abdul Wahab
Materi: Berusaha dan bertawakkal


Ringkasan Materi:
Ketika hidup di dunia, kita tidak pernah terlepas dari niat, ibadah dan tawakkal. Jika kita telah berazzam(kebulatan tekad), maka serahkanlah segala urusan kita kepada Allah. Datangnya penyakit memang sudah seharusnya ditangani sesuai dengan syariat yang telah Allah tetapkan, tetapi hati harus selalu yakin bahwa yang menyembuhkan adalah Allah.

Sama seperti ketika kita ingin diampuni dosa, maka syariatnya adalah menjalankan sholat 5(lima) waktu, kemudian dilaksanakan sesuai tata cara yang telah ditentukan, tidak boleh lebih ataupun kurang. Dan yang perlu diingat adalah bukan sholatnya yang menghapus dosa, tetapi Allah. Begitu pula dengan ibadah haji dan amal ibadah yang lain. Meskipun ada beberapa hal yang Allah karuniakan tanpa perantaraan syariat.

wallahu alam

materi: download disini


View Comments

Monday, July 5, 2010

MQ Pagi 05 Juli 2010

Monday, July 5, 2010
Materi: Amalan yang terbaik adalah kebaikan yang membawa manfaat

Ringkasan Materi:
Sesungguhnya kebaikan disertai kemanfaatan adalah amalan yang paling baik dilakukan seorang manusia. Kebaikan yang dilakukan semasa hidup sebaik-baiknya adalah yang memiliki efek kebaikan jangka panjang. insyaAllah keberkahan akan kebaikan yang dilakukan akan terus mengalir sampai kita meninggal. Pahala akan terus mengalir baik untuk orang yang melakukan kebaikan maupun untuk orang yang meniru kebaikan tersebut.

Sibukanlah diri kita untuk meningkatkan amal sholeh karena sesungguhnya amal sholeh dapat menjadi teman kita pada saat hari perhitungan di akhirat nanti. Dalam haditsnya, Rasulullah SAW pernah berpesan yang intinya bahwa ada 3(tiga) amalan yang menjadi bekalan kita di akhirat, yaitu perbanyak ilmu, doa anak sholeh, dan amal jariyah. Perbanyak ilmu harus disertai dengan pengamalan atas ilmu tersebut. Ketiga amalan tersebut sesungguhnya harus disertai dengan keikhlasan. Untuk itu, maka pada saat yang sama kita harus dapat menjaga diri untuk terus ikhlas. Sesungguhnya 1 desahan nafas adalah 1 langkah menuju kematian, oleh karena itu janganlah kita salah strategi dalam beramal.

Beberapa langkah yang harus kita lakukan dalam hidup kita agar tidak salah strategi, yaitu:
  1. Kekuatan niat dalam beramal menjadikannya sebagai sebuah ibadah dan pahala. Sesungguhnya Allah tidak akan mengingkari janjinya, oleh karena itu terus perbaharuilah niat kita karena Allah SWT semata.
  2. Hendaknya sempurnakanlah ikhtiar dengan memaksimalkan potensi yang kita miliki.
  3. Sempurnakanlah urusan kita hanya pada Allah SWT karena sesungguhnya kemampuan kita sangat terbatas. Pasrahkan segalanya hanya pada Allah SWT
(dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Sunday, May 16, 2010

MQ Pagi 16 Mei 2010

Sunday, May 16, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Memahami jabatan sebagai pembagian kerja & bukan penentu kemuliaan di sisi Allah

Ringkasan Materi:
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita menjumpai banyak profesi dan jenis pekerjaan. Di sebuah perusahaan misalnya ada buruh pabrik, ada petugas administrasi, mandor, supervisor¸manajer, direktur, serta berbagai posisi lainnya. Pada hakikatnya, jenis-jenis dan posisi tersebut hanyalah mekanisme pembagian tugas belaka. Tidak ada hubungannya dengan tingkat kemuliaan di sisi Allah. Pangkat atau posisi tertinggi yang sering kali kita anggap “terhormat” belum tentu menjadi yang paling mulia dalam pandangan Allah. Sebaliknya posisi yang kita anggap “rendahan” juga belum tentu menjadi hina dalam Pandangan Allah.

Mari kita mengingat sebuah firman Allah dalam surat Al Hujurat (QS.49) ayat ke 13 yang menyatakan “Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa”.

Maka seyogyanya fokus perhatian kita adalah apakah kita benar-benar telah mendekat kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya kebahagiaan tidak berbanding lurus dengan pangkat, jabatan, gelar, dan popularitas namun bergantung pada kedekatan kita kepada Allah.

Kedekatan pada Allah akan melahirkan rasa tenang (sakinah) yang mahal harganya. Seperti yang disebut dalam firman Allah Surat Al Fath (QS.48) ayat ke-4: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan yang telah ada”. Perasaan dekat dengan Allah bisa dibangun melalui kebersihan hati dengan rajin bertaubat dan menjauhkan diri dari menyekutukan Allah dengan apapun. (dicopas dari sini)

Sesi II
Pemateri: Ustadz Abdul Wahab
Materi: Mendeteksi penyakit bathin

Ringkasan Materi:
Diri kita ini sensitif terhadap segala jenis penyakit, baik yang dzohir maupun yang bathin, sakit ini ditandai dengan ketidakmampuan kita melakukan tugas tertentu, atau bisa dilaksanakan tetapi dalam keadaan yang tidak nyaman.

Penyakit lahir akan dapat mudah kita kenali, karena gejalanya tampak, atau paling tidak kita dapat merasakan 'gangguannya'. Berbeda dengan penyakit bathin, penyakit ini tidak mudah untuk dikenali, karena disamping belum banyak 'dokter'nya, penyakit ini juga tidak memiliki gejala fisik yang dengan mudah dapat dijadikan tanda.

Ada beberapa cara untuk mengetahui penyakit ini:
  1. Dengan menghadap seorang syech yang dapat mengetahui aib jiwa
  2. Cari teman karib yang jujur dan baik agamanya
  3. Mengambil manfaat dari aib diri yang dikatakan oleh orang lain (celaan orang lain terhadap diri kita)
  4. Bergaulah dengan manusia, kalau ada perasaan tidak nyaman, pasti ada yang salah, segera periksa
Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Thursday, May 6, 2010

MQ Pagi 06 Mei 2010

Thursday, May 6, 2010
Pemateri: Ustadz Abdul Wahab
Materi: Memeriksa keislaman kita

Ringkasan Materi:
Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya, dari Anas ra., bahwa Nabi saw. bersabda, “tidak akan lurus (benar) keimanan seseorang, sehingga hatinya lurus, dan tidak akan lurus hati seseorang sehingga lisannya lurus.”

Seseorang tidak akan mencapai derajat makrifat atau mengenal Allah apabila kita tidak menyempurnakan syariatNya. Jadi tidak mungkin ada orang yang mencintai Allah dan RasulNya tetapi tidak menyempurnakan syariatNya. Jika kita tidak pernah sholat dan menjalankan sunnah Rasul, mustahil kita bisa dekat dengan Allah. Ketika sudah menjalankan sholat pun perlu dievaluasi kembali, apakah sholat kita sudah sempurna, begitu juga dengan ibadah-ibadah yang lain, secara berkala perlu dievaluasi kembali agar kita tahu sejauh mana keimanan kita kepada Allah.

Dalam diri kita terdapat dua kekuatan, yaitu kekuatan malaikat dan syaitan. Maka, jangan sampai kita tidak berlindung pada Allah. Agar selalu dilindungi Allah, kita harus dekat denganNya.

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments