Live Streaming Aa' gym di USTREAM
Cek terus halaman ini untuk melihat ceramah aa' secara live via ustream. Jadwal live streaming - menyusul, atau kunjungi http://www.ustream.tv/channel/aagym-dt untuk melihat rekamannya.
Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib
Live video chat by Ustream
Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib
Live video chat by Ustream
Showing posts with label Abdullah Gymnastiar. Show all posts
Showing posts with label Abdullah Gymnastiar. Show all posts
Monday, June 27, 2011
MQ Pagi 28 Juni 2011
at 4:31 PM Monday, June 27, 2011Labels: Abdullah Gymnastiar, Hilman Rosyad Shihab View Comments
Sunday, June 26, 2011
MQ Pagi 25 Juni 2011
at 7:41 AM Sunday, June 26, 2011
Pemateri: KH Abdullah Qymnastiar
Ringkasan Materi:
Hidayah Allah bisa berasal dari mana-mana, Allah sangat tahu tingkat keimanan dan bisikan hati kita, Dia Ta'ala pasti sangat tahu bagaimana harus memberi kita petunjuk, sehingga kita mampu 'melihat' petunjukNya. Libatkanlah selalu Allah dalam setiap mengambil keputusan, sekecil apapun masalahnya. Memang, tidak setiap pilihan Allah akan selalu sesuai dengan keinginan kita. Tetapi...Allah selalu tahu apa-apa yang terbaik bagi kita, karena Dia Ta'ala telah menciptakan kita, Maha Mengetahui segala sesuatu.
materi dapat download disini
Ringkasan Materi:
Saat didalam kandungan kita tidak punya apa-apa, semuanya masih dalam proses penciptaan. Setelah itu lahir ke dunia, waktu kita bayi, kita juga tidak punya apa-apa. Hidayah pertama yang Allah berikan adalah insting, insting untuk menangis, insting untuk meminum air. Selanjutnya, seiring dengan perkembangan tubuh, kita diberi hidayah berupa panca indera. Tetapi, semua hidayah ini belum cukup untuk manusia mampu hidup. Lalu Allah memberi hidayah akal. Tapi akal juga belum cukup untuk membuat manusia menjadi mulia. Lalu Allah memberi hidayah yang lain, yaitu agama. Karena agamalah yang mampu mengendalikan panca indera dan akal. Lalu puncak hidayah adalah petunjuk, sehingga kita mampu mengenal Allah.Dan Allah mengeluarkan kamudari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl: 78)
Hidayah Allah bisa berasal dari mana-mana, Allah sangat tahu tingkat keimanan dan bisikan hati kita, Dia Ta'ala pasti sangat tahu bagaimana harus memberi kita petunjuk, sehingga kita mampu 'melihat' petunjukNya. Libatkanlah selalu Allah dalam setiap mengambil keputusan, sekecil apapun masalahnya. Memang, tidak setiap pilihan Allah akan selalu sesuai dengan keinginan kita. Tetapi...Allah selalu tahu apa-apa yang terbaik bagi kita, karena Dia Ta'ala telah menciptakan kita, Maha Mengetahui segala sesuatu.
materi dapat download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Friday, June 24, 2011
MQ Pagi 24 Juni 2011
at 8:50 AM Friday, June 24, 2011
Pemateri: KH Abdullah Qymnastiar
Ringkasan Materi:
Al Quran adalah kitab yang isinya lebih banyak membicarakan tentang Alloh, lihatlah ayat Kursi, Surat Al Fatihah(Ummul Kitab) dan Surat Al Ikhlas(1/3 dari Al Quran). Islam diciptakan agar kita mengenal Alloh, Rasul diutus juga untuk menjelaskan bagaimana cara mengenal Alloh, bagaimana kembali kepadaNya, dan jalan mana saja yang akan membuat kita sampai padaNya.
Mengenai keberadaan Allah tidak disangsikan lagi banyak dalil yang menunjukkannya. Bagi orang yang memiliki hati nurani yang bersih yang belum tercampuri berbagai noda penyimpangan, jika dia melihat ayat-ayat berbagai ayat dalam Al Qur’an, dia akan sangat yakin bahwa Allah, sebagai pencipta dan pemberi rizki baginya berada di atas langit, di atas ‘Arsy-Nya yang mulia.
Bukan hanya satu atau dua dalil yang membicarakan mengenai hal ini, namun sangatlah banyak.
Ibnu Abil ‘Izz Ad Dimasyqi Al Hanafi dalam Syarh Al ‘Aqidah Ath Thohawiyah (2/438-442) memaparkan 18 jenis dalil yang menjelaskan hal ini. Ini baru jenis dalil. Jadi, jika diperinci lagi bisa lebih dari 18 dalil.
Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa sebagian ulama besar Syafi’iyah mengatakan, “Di dalam Al Qur’an ada 1000 dalil atau lebih yang menunjukkan Allah berada di atas seluruh makhluk-Nya dan di atas seluruh hamba-Nya.” Selain mereka pun mengatakan bahwa ada 3000 dalil yang menunjukkan hal ini. (Bayanu Talbisil Jahmiyah, 1/555)
link terkait: ada-1000-dalil-yang-membicarakan-allah-berada-di-atas-seluruh-makhluk-nya
materi dapat download disini
Ringkasan Materi:
Al Quran adalah kitab yang isinya lebih banyak membicarakan tentang Alloh, lihatlah ayat Kursi, Surat Al Fatihah(Ummul Kitab) dan Surat Al Ikhlas(1/3 dari Al Quran). Islam diciptakan agar kita mengenal Alloh, Rasul diutus juga untuk menjelaskan bagaimana cara mengenal Alloh, bagaimana kembali kepadaNya, dan jalan mana saja yang akan membuat kita sampai padaNya.
Mengenai keberadaan Allah tidak disangsikan lagi banyak dalil yang menunjukkannya. Bagi orang yang memiliki hati nurani yang bersih yang belum tercampuri berbagai noda penyimpangan, jika dia melihat ayat-ayat berbagai ayat dalam Al Qur’an, dia akan sangat yakin bahwa Allah, sebagai pencipta dan pemberi rizki baginya berada di atas langit, di atas ‘Arsy-Nya yang mulia.
Bukan hanya satu atau dua dalil yang membicarakan mengenai hal ini, namun sangatlah banyak.
Ibnu Abil ‘Izz Ad Dimasyqi Al Hanafi dalam Syarh Al ‘Aqidah Ath Thohawiyah (2/438-442) memaparkan 18 jenis dalil yang menjelaskan hal ini. Ini baru jenis dalil. Jadi, jika diperinci lagi bisa lebih dari 18 dalil.
Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa sebagian ulama besar Syafi’iyah mengatakan, “Di dalam Al Qur’an ada 1000 dalil atau lebih yang menunjukkan Allah berada di atas seluruh makhluk-Nya dan di atas seluruh hamba-Nya.” Selain mereka pun mengatakan bahwa ada 3000 dalil yang menunjukkan hal ini. (Bayanu Talbisil Jahmiyah, 1/555)
link terkait: ada-1000-dalil-yang-membicarakan-allah-berada-di-atas-seluruh-makhluk-nya
materi dapat download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Friday, November 5, 2010
MQ Pagi 4 Nopember 2010
at 10:11 PM Friday, November 5, 2010Pemateri: KH. Abdullah Gymnatiar
Materi: Membentengi diri dari sifat munafik
Ringkasan Materi:
materi audio: download disini
< Al Amin adalah gelar terpandang yang diberikan hanya kepada Nabi Muhammad SAW. Gelar tersebut diperoleh nabi Muhammad sebelum beliau diangkat oleh Allah menjadi nabi. Al Amin yang berarti amanah dan dapat dipercaya, apabila berkata jujur, tidak berbohong, dan jika berjanji yakin akan menepati. Pada masa itu, nabi merupakan seorang professional muda yang disenangi masyarakat, karena dalam berdagang beliau selalu jujur dan terpecaya.
Sesungguhnya keimanan seseorang itu identik dengan terpecayanya diri. Maka apabila imannya kuat, keyakinannya juga semakin tinggi dan semakin mulialah dirinya disisi Allah. Kemuliaan dan rejeki merupakan karunia Allah, Allah senang dengan orang jujur, jadi untuk apa kita tidak jujur, licik, dan berbuat curang?, jika Allah tidak menyukai kelicikan. Allah Maha Tahu kebutuhan kita daripada kita sendiri. Oleh karena itu focus kita dalam bekerja adalah kejujuran. Bagi orang yang beriman kejujuran adalah pakaian yang harus melekat pada dirinya. Meskipun orang mencemooh dirinya, tidak akan membuatnya untuk berbuat curang hanya karena ingin memperoleh penilaian orang. Sesungguhnya penghinaan orang lain tidak akan merusak kemuliaan seseorang di sisi Allah.
Lawan dari sikap jujur adalah munafik. Rasulullah bersabda tentang ciri orang munafik ada 3 yaitu apabila bicara dusta, apabila berjanji tidka ditepati, apabila diberi amanah berkhianat. Dan terdapat dua jenis munafik, yaitu munafik akidah dan munafik secara akhlak. Munafik akidah adalah dimana seseorang yang menampakan diri sebagai muslim tapi sesungguhnya bukan muslim. Sedangkan munafik secara akhlak adalah ketika dimana seseorang mempercayai adanya Allah, dia juga sholat, tetapi memiliki akhlak yang munafik, bermuka dua.
Dengan menghindari sifat munafik maka hidup akan menjadi lebih tenang. Sesungguhnya ketenangan itu milik Allah, maka dengan melakukan kebenaran maka hati akan bersih dan Allah akan menganugrahkan ketenangan pada orang-orang yang memiliki hati yang bersih. Untuk apa kehidupan kita hanya dihabiskan untuk membuat topeng dan hanya berorientasi pada penilaian orang. (dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
MQ Pagi 1 Nopember 2010
at 9:52 PMPemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Kebesaran Islam
Ringkasan Materi:
materi audio: download disini
Ketika kita berada di tanah suci, salah satu hikmahnya adalah menyaksikan kebesaran agama Islam. Kemegahan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tidak bisa kita artikan hanya dalam konteks megahnya bangunan semata. Tetapi mari kita lihat bagaimana kekuatan ruhiyah yang terpancar dapat mempersatukan umat Islam di seluruh dunia. Itulah makna kiblat, tidak sekedar penunjuk arah shalat, tetapi pemersatu dan pengikat batin kita semua.
Lihatlah pula syariat Adzan. Di setiap waktu, dipastikan ada seruan nama Allah di muka bumi ini. Dengan bergilirnya waktu di area yang berbeda-beda, dikonfigurasi dengan Adzan yang dilakukan 5 kali sehari, diperoleh fenomena bahwa seruan Adzan tidak pernah berhenti berkumandang selama bumi ini masih berputar.
Lihatlah pula ritual shalat. Di setiap waktu, dipastikan terdapat hamba yang bersujud, menunjukkan penyerahan dirinya kepada Allah. Hanya Islam yang dapat melahirkan fenomena-fenomena tersebut. Allahu Akbar. (dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Tuesday, October 26, 2010
MQ Pagi 26 Oktober 2010
at 8:18 PM Tuesday, October 26, 2010Pemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Tafakur terhadap setiap kejadian
Ringkasan Materi:
materi audio: tidak ada
Akhir-akhir ini banyak sekali kita menghadapi ujian dan cobaan alam seperti banjir, gempa, dan tanah longsor. Seperti yang terjadi semalam di jakarta yang mengalami cobaan banjir dan berakibat macet dimana-mana. Ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil dalam kejadian ini, yaitu:
- Dalam hidup ini kita harus sangat siap dengan yang cocok dan tidak cocok. Yakinlah bahwa Allah memiliki rencana yang terbaik, jadi janganlah mengeluh dengan sesuatu yang tidak cocok atau yang tidak kita harapkan.
- Kalau sudah terjadi maka sebaiknya kita harus ridho. Dengan situasi macet yang dialami maka manfaatkanlah situasi macet tersebut menjadi value added contohnya dengan berdzikir.
- Kalau sudah terjadi, maka kita dapat mengambil pelajaran dan janganlah mempersulit diri sendiri. Setiap kondisi hendaklah menjadi amal sholeh bukan penambah dosa. Jadikan setiap kondisi menjadi pendekat kita kepada Allah
Tafakur kepada Allah menyadarkan kita bahwa manusia itu lemah di hadapan Nya. Sangat mudah bagi Allah memberikan cobaan. Betapa banyak orang pintar, tapi tidak kuasa untuk menghadapi cobaan dari Allah karena sesungguhnya Allah yang Maha Kuasa atas segalanya.
Hujan deras dan macet sesungguhnya menjadikan diri kita sadar bahwa Allah sangat berkuasa. Tidak ada jalan untuk sombong selain kita bertafakur untuk mencari solusi. Jadikan setiap bencana meningkatkan iman kita dan bukan menambah dosa dengan sumpah serapah.
Setiap orang memiliki ujian masing-masing, Allah sangat tahun kadar keimanan seseorang, untuk itu ujian tiap orang berbeda-beda. Kejadian tiap kejadian menjadikan hati kita semakin terbuka dan semakin sadar atas kuasa Nya. Sesungguhnya tidak ada kejadian yang kebetulan, pasti ada hikmah di balik setiap kejadian..(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: tidak ada
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Monday, October 25, 2010
MQ Pagi 25 Oktober 2010
at 10:29 PM Monday, October 25, 2010Pemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Cukuplah Allah satu-satunya harapan
Ringkasan Materi:
materi audio: download disini
Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 129, ".... Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Allah telah mengajarkan kita untuk meletakkan harapan atas segala urusan hanya kepadaNya. Total kepadaNya. Itulah tawakal. Dan, ketika kita berhasil tawakal, dimana hati, pikiran dan perasaan benar2 mengandalkan Allah, maka dijamin Allah akan memenuhi segala hajat kita. Ingat, bahwasannya Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. Itu juga janji Allah yang terekam dalam QS. At Thalaaq, yang dalam potongan ayat 3 dinyatakan “ … dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.
Untuk memupuk keyakinan "Cukuplah Allah Satu-Satunya Harapan", kita perlu terus memupuk ilmu agar semakin mengenal Allah. Kita harus menyadari betul bahwa Allah lah penguasa kejadian, maka Dia pulalah yang menguasai masalah, dan tentu saja yang menguasai solusinya. Kita perlu paham bahwa semua takdir kejadian adalah untuk kebaikan kita, karena Allah pasti sayang pada kita. Serahkanlah pada Allah, karena pasti Allah memberikan yang terbaik buat kita ...(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Sunday, October 24, 2010
MQ Pagi 24 Oktober 2010
at 3:07 AM Sunday, October 24, 2010Pemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Minder sebagai penyakit hati
Ringkasan Materi:
materi audio: download disini
Salah penyakit hati yang harus kita waspadai adalah “minder”. Penyakit ini berlawanan dengan sombong dan ujub. Jika ujub merasa diri berlebih, lupa bahwa Allah yang memberikan segala kelebihan itu, sedangkan minder merasa diri kurang, lupa bahwa begitu banyak karunia Allah yang patut disyukuri. Minder dan ujub sama-sama penyakit hati, titik tengahnya adalah “tawadhu”.
Sumber keminderan dapat muncul dari berbagai hal, mulai dari kondisi fisik, pekerjaan sampai lingkungan. Apapun sumbernya, minder dipicu oleh teralihkannya ingatan kita kepada karunia Allah pada apa yang kita anggap sebagai “kekurangan”. Padahal, apa yang kita punya, yang ditakdirkan oleh Allah, adalah sebaik-baik pemberian.
Salah satu cara untuk menghindari minder adalah melatih diri untuk mempunyai fokus pikiran dan hati yang tepat, yaitu yang selalu mengarah kepada Allah. Mengapa? karena jika kita berfokus pada penilaian manusia, hampir dipastikan kita akan terhinggapi minder atau ujub. Jika kita berfokus pada penilaian manusia, dan pada saat itu kita menghadapi sesuatu kekurangan, maka dipastikan hasilnya minder. Itulah yang disebut “kita terpenjara oleh penilaian manusia”.
Maka, sekali lagi, mari kita melatih diri terus menerus, untuk selalu berfokus pada penilaian Allah, tidak pada penilaian manusia. InsyaAllah dengan demikian kita akan terhindar dari penyakit hati "minder"(dicopas dari sini)
Pemateri: Ustadz Mulyadi Al Fadil
Materi: Menyikapi keluh kesah
Ringkasan Materi:
Dalam hidup ini, tanpa sadar kita sering berkeluh kesah kepada Allah tentang banyak hal. Walau tanpa kita sadari nikmat Allah masih lebih banyak dan berlimpah dibandingkan cobaan atau ujian yang diberikan-Nya kepada kita. Namun naluri manusia kita kadang melupakan hal tersebut dan masih suka berkeluh kesah apabila ditimpa suatu kesulitan.
Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi keluh kesah dan menyampaikannya kepada Allah SWT?
Pertama, mungkin kita harus mempertanyakan kembali sekhusyuk apa shalat kita. Shalat merupakan ibadah yang mempertemukan langsung antara hamba dan Tuhan nya. Apabila shalat kita khusyuk, maka kita akan lebih mudah berkonsentrasi dan menyampaikan apa yang ada di hati kita kepada-Nya. Tak perlu keluh kesah disampaikan kpd manusia, cukup Allah saja.
Kedua, ada fasilitas yang diberikan Allah SWT yang kadang dilupakan oleh hamba-Nya, yakni DO'A. Do'a merupakan jalan komunikasi paling baik kpd Allah SWT. Kita dpt berdo'a memohon jalan keluar akan masalah kita.
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (40:60)
Intinya, bila kita mulai berkeluh kesah, perbanyaklah ibadah dan do'a kepada-Nya. Insya Allah Ia akan membantu kita. (dicopy dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar, Mulyadi Al Fadil View Comments
Saturday, October 23, 2010
MQ Pagi 22 Oktober 2010
at 2:23 PM Saturday, October 23, 2010Pemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Kelulusan sebagai wujud syukur
Ringkasan Materi:
wallahu alam
materi audio: download disini
Perjalanan pendidikan yang kita alami sepatutnya kita anggap menjadi perjalanan amal. Pendidikan merupakan salah satu cara meningkatan kualitas hidup. Dengan hati yang bersih maka akan lebih pintar menjalani hidup sehingga akan total dalam meningkatkan kualitas hidup. Kemauan kita untuk meningkatkan kualitas hidup maka semakin banyak kita mempelajari suatu ilmu. Dan sebaik-baik ilmu yang kita pelajari adalah yang membuat kita lebih mengenal Allah. Sungguh sangat sayang jika kita menjalani pendidikan hanya untuk sebuah gelar. Sebuah kelulusan hendaknya harus disikapi dengan rasa syukur. Jangan sampai kelulusan, wisuda atau sejenisnya menjadi suatu kebanggaan, jadikanlah itu sebagai pembuka nikmat yang lain dan sebagai bahan evaluasi atas proses sesungguhnya dari pencapaian tersebut karena bisa jadi banyak peran orang lain yang membantu dalam kelulusan kita.
Sangat manusiawi jika kita bahagia dengan kelulusan, namun janganlah kita campur dengan sikap ujub dan berlebih-lebihan. Jangan sampai predikat dan gelar menipu diri kita untuk tidak jujur. Sesungguhnya Allah lah yang menjadikan diri kita seperti ini, melewati kebuah kelulusan dan pencapaian namun semuanya harus dalam koridor takwa dan syukur karena Allah.
“Tiadalah orang yang rendah hati, ikhlash karena Nya maka Allah akan meninggikan derajatnya”
Mari kita sempurnakan ikhtiar, namun tetap menjaga hati tidak kotor jika hasil tidak sesuai. Rasulullah berpesan dalam H.R Imam Ibnu Majjah:
“Barang Siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya maka Allah akan menghujamkan keresahan dalam hidup ini. Dan barang siapa menjadikan akhirat sebagai niatnya maka Allah akan memberikan kemudahan untuk setiap permasalahannya dan Allah akan menjadikan hati kita kaya kemudian dunia akan datang kepadanya dengan merunduk.”(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Wednesday, October 20, 2010
MQ Pagi 19 Oktober 2010
at 1:51 AM Wednesday, October 20, 2010Pemateri: KH Abdulah Gymnastiar
Materi: Tempat yang melemahkan imanRingkasan Materi:
wallahu alam
materi audio: download disini
Allah menguasai segala sesuatu dengan sempurna, menggenggam seluruh ruang dan waktu dengan sempurna tanpa cacat. Aa’ gym membuktikan kekuasaan Allah tersebut seiring dengan banyaknya perjalanan yang telah dilakukan. Demikian pula saat menyampaikan catatan perjalanannya ke Taiwan yang baru saja dijalaninya.
Dalam menjalani hidup sehari-hari tentu kita dapat mengenali perbedaan aura yang terpancar dari banyak tempat. Masjid misalnya, umumnya masjid memancarkan aura yang hangat, teduh dan daya tariknya luar biasa membawa orang yang berada di dalamnya untuk lebih dekat ke ibadah. “Bawaan” untuk shalat, dzikir, baca qur’an bahkan mengobrol pun lebih terjaga dengan baik ketika berada di dalam masjid.
Berbeda lagi dengan Mall atau tempat hiburan lain. Aura yang terpancar biasanya lebih cenderung mengobarkan nafsu. Nafsu menghambur-hamburkan uang, menghabiskan waktu dan seringkali membuat orang menjauh dari ibadah.
Demikian pula saat berwisata, ada wisata yang semakin mendekatkan diri dengan Allah namun banyak juga yang justru membuat kita menjauh bahkan lupa beribadah. Ibadah umrah dan haji selain beribadah juga merupakan perjalanan wisata karena kita bepergian jauh. Meskipun merupakan wisata rohani jika kita tidak hati-hati ada kemungkinan kita tergoda untuk membatasi ‘pendekatan’ kita dengan Allah akibat fasilitas hotel atau ketertarikan kita pada pusat perbelanjaan maupun restoran lokal.
Untuk itu kita harus sangat cermat menentukan kemana kaki kita melangkah. Kenali diri kita sendiri menjadi bagian yang penting karena dengan mengenal diri sendiri kita dapat menentukan tempat mana yang mampu menguatkan iman kita dan mana tempat yang berpotensi melemahkan iman kita. Jika sudah mengetahui, usahakan untuk mewaspadai tempat-tempat yang ‘membahayakan’ iman agar tidak sampai tergelincir. Tidak berdosa jika kita ingin berjalan-jalan, ke mall misalnya, namun usahakanlah untuk cermat mengatur waktu disesuaikan dengan jadwal shalat dan kenali lokasi mushalla sehingga tidak sampai meninggalkan ibadah wajib yang disenangi Allah yaitu shalat tepat waktu.
Karena tidak satupun dari kita yang mengetahui kapan batas waktu hidup kita akan berakhir, maka kita harus senantiasa waspada dan berhati-hati. Jangan sampai kita meninggal di tempat atau saat baru mengunjungi tempat yang melemahkan iman kita dan pergi dalam keadaan lemah iman, naudzubillah min dzalik....(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Tuesday, October 19, 2010
MQ Pagi 18 Oktober 2010
at 2:46 AM Tuesday, October 19, 2010Pemateri: KH Abdulah Gymnastiar
Materi: Keharusan menuntut ilmuRingkasan Materi:
wallahu alam
materi audio: download disini
Ada banyak ayat dalam Qur’an serta hadits Rasul yang menggambarkan keharusan menuntut ilmu sekaligus keutamaannya. Beberapa diantaranya adalah:
” ….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujaadilah [58] : 11)“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim.” (HR.Bukhari)"Apabila seorang keturunan Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau seorang anak shalih yang mendo'akannya." (HR. Muslim no.1631)
Ilmu membuat seseorang jadi mulia, baik di hadapan manusia juga di hadapan Allah. Imam Nawawi pernah berkata : “Jika ingin menggapai kebahagiaan di dunia harus dengan ilmu, jika ingin mendapatkan akhirat juga dengan ilmu, dan jika ingin meraih keduanya –bahagia di dunia dan akhirat– maka harus dengan ilmu juga.”
Betapa besarnya kebaikan yang akan didapatkan oleh orang yang berilmu berupa pahala dan kebaikan-kebaikan yang banyak.
Bagi seorang muslim, mencari ilmu adalah wajib, utamanya ilmu dasar Islam, yaitu aqidah, syariat, dan akhlak. Mencari ilmu juga harus dilakukan sebelum seseorang melakukan suatu ibadah. Jangan sampai kita mau melakukan suatu ibadah tetapi tidak tahu hukum-hukumnya, syarat, rukunnya, maupun larangan-larangannya. Misalnya seseorang mau haji, maka dia harus mempelajari segala sesuatu tentang haji. Begitu juga untuk ibadah-ibadah yang lain, seperti sholat, puasa, qurban, zakat, dan sebagainya.
Begitu juga dengan muamalah lainnya, seyogyanya kita perkuat dengan ilmu. Seperti ketika orang tua hendak mencarikan sekolah untuk anak, maka seharusnya dicari dulu ilmunya tentang sekolah-sekolah mana yang baik, pendidikan seperti apa yang baik untuk anak, dan sebagainya. Mencari ilmu juga keharusan, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Cukup ironis jika kita mendapati fakta di masyarakat bahwa yang banyak menghadiri majelis ta’lim hanyalah kaum perempuan. Mungkin karena itulah, dalam Islam, Allah mewajibkan kaum laki-laki untuk menunaikan sholat jum’at, dimana di dalamnya terdapat khutbah jumat yang merupakan salah satu bentuk majelis ilmu.(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Sunday, October 17, 2010
MQ Pagi 16 Oktober 2010
at 7:25 PM Sunday, October 17, 2010Pemateri: KH Abdulah Gymnastiar
Materi: Ikhtiar sehat di usia emasRingkasan Materi:
wallahu alam
materi audio: tidak ada
Kemarin telah dibahas tentang sehat ala Rasulullah. Selain rujukan utama dalam hal ibadah dan akhlak, Rasulullah juga merupakan insan yang dibimbing Allah dan layak menjadi contoh dalam hal kesehatan. Kesehatan beliau prima dan masih atletis sampai di usia tuanya, bahkan masih memimpin perang dengan baju besi, penutup kepala, dan pedang yang berat di usia 50 tahun lebih.
Karunia terbesar yang Allah berikan pada manusia adalah nikmat iman, nikmat sehat, dan nikmat menjadi manfaat. Seiring berjalannya usia, kesehatan kita bisa menurun. Serius memperhatikan kesehatan di usia tua sangatlah bagus namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yang paling penting adalah menjaga niatnya.
Kita memerlukan kesehatan, kesegaran, dan vitalitas di usia tua seharusnya dengan niat untuk membuat ibadah kita pada Allah semakin bagus sehingga bisa serius menebus dosa-dosa yang dilakukan di masa muda.Dengan tubuh yang sehat, kita bisa shalat tahajud, membaca quran, puasa sunnah, dan ibadah lainnya yang dapat meningkatkan nilai kita di hadapan Allah.
Janganlah sampai di usia tua, kita memperbaiki pola hidup, memperbaiki pola makan, berolahraga, dll dengan tujuan topeng dan penilaian manusia. Kalau yang terjadi seperti ini, sejak awal sudah salah. Dan akan menjadi semakin salah, jika ketika oleh Allah diberi sehat,segar, dan fit, kondisi tersebut membuat kita menjadi berbangga diri di hadapan manusia. Niatnya salah, hasilnya pun membawa tambahan dosa.
Kita memang memerlukan kesehatan. Jadi, mari ikhtiar menjadi sehat di usia tua, tapi bukan untuk penilaian manusia, melainkan semata-mata agar menjadi jalan taubat atas dosa-dosa masa muda.(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: tidak ada
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Friday, October 15, 2010
MQ Pagi 14 Oktober 2010
at 12:46 AM Friday, October 15, 2010Pemateri: KH Abdulah Gymnastiar
Materi: Mewaspadai keburukan yang tidak disadariRingkasan Materi:
Seorang muslim yang baik itu adalah orang yang terpelihara menjaga lisan dan sikapnya, pernahkah kita berfikir jangan- jangan hidup kita banyak kesulitan,banyak masalah,banyak kepahitan disebabkan karena kita rajin menabung kejelekan sadar ataupun tidak sadar.
Misalkan orang parkir dipinggir jalan pertigaan padahal jalan itu sempit sehingga semua orang terganggu karena macet yang ditimbulkan, mungkin orang tidak langsung marah tapi demi Allah setiap keburukan yang kita lakukan maka Allah yang akan membalasnya. Atau mari kita coba kita renungkan yang lebih sederhana lagi misalkan kita makan pisang lalu kulitnya kita lempar begitu saja dan kemudian ada saudara kita yang jatuh karena ulah kita tersebut, mungkin saudara kita tidak tahu kalau itu ulah kita tapi Allah maha tahu karena tidak ada yang lepas dari pengawasan Allah.
Jangan merasa aman berbuat keburukan karena Allah akan mengetahuinya,setiap kebaikan akan kembali pada pelakunya dan setiap keburukan akan kembali pada yang pembuatnya.
Kita jaga diri bukan untuk di kenal orang lain,kita jaga diri bukan untuk di puji tapi kita jaga diri hanya untuk Allah karena sedikit keburukan yang kita perbuat maka Allah tidak suka,maka untuk itu kita hidup selalu dalam pengawasan Allah sehingga akan senang baik di dunia dan akhirat.(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Tuesday, October 12, 2010
MQ Pagi 12 Oktober 2010
at 8:43 PM Tuesday, October 12, 2010Pemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Kewajiban menuntut ilmuRingkasan Materi:
Menuntut ilmu itu wajib hukumnya, namun demikian, niat seseorang dalam mencari ilmu bisa bermacam-macam. Ada yang menuntut ilmu karena ingin terkenal, mendapatkan gelar, atau dikagumi orang. Jika niatan seperti ini yang muncul niscaya cahaya ilmu tidak akan menghampirinya, karena dari awal niatannya bukan “mencari” Allah. Seharusnya niat yang kita tancapkan dalam hati ketika menuntut ilmu adalah niat ingin lebih mengenal Allah melalui ilmu yang kita pelajari dan ingin lebih yakin kepada kekuasaanNYA.
Selain meluruskan niat, kita juga harus memaksimalkan usaha dalam mencari ilmu. Jangan ragu-ragu untuk mengorbankan waktu, tenaga, dan harta kita, karena semua usaha kita dalam mencari ilmu tidak akan disia-siakan oleh Allah seperti yang telah Allah sampaikan dalam Q.S Al-Zalzalah (99) ayat 7 berikut:
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Begitu pula dengan semua uang yang kita keluarkan untuk ongkos, mengisi kencleng di majelis-majelis, dan semua pengeluaran lainnya dalam rangka mencari ilmu akan Allah perhitungkan dan Allah balas.
Kuantitas dan kualitas ilmu yang akan kita peroleh sangat ditentukan oleh kuatnya niat mencari ilmu dan kesungguhan kita dalam berusaha. Hanya Allah lah yang dapat menilai niat dan kesungguhan seseorang dalam mencari ilmu, dan Dia juga lah yang akan memberikan taufik dan hidayahNYA. Siapa yang mengupayakan dengan sungguh-sungguh maka ilmu yang akan diperolehnya juga lebih berbobot dan bernilai.(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
MQ Pagi 11 Oktober 2010
at 4:15 AMPemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Keyakinan akan jaminan rejeki dari AllahRingkasan Materi:
Sering kita mendengar nasehat bahwa tugas manusia bukan mencari rezeki, melainkan menjemput rezeki. Istilah “mencari” adalah untuk sesuatu yang sifatnya antara ada dan tiada, sedangkan “menjemput” digunakan untuk sesuatu yang pasti ada. Nasehat tersebut benar adanya, karena rezeki untuk setiap makhluk pasti ada, karena sudah dijamin oleh Allah. Seperti yang Allah firmankan dalam Al Qur’an:
“Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya, Dia (Allah) mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. QS. Hud (11) : 6
Orang tua bukanlah pemberi rezeki, orang tua hanya sebagai jalan rezeki bagi seorang anak. Begitu juga suami bagi seorang istri dan pembeli bagi seorang pedagang. Yang memberi dan menetapkan rezeki adalah Allah. Oleh karenanya, janganlah seorang pedagang bersikap baik kepada calon pembeli dengan niatan agar dagangannya dibeli. Janganlah seseorang kuliah tinggi-tinggi dengan niatan dapat pekerjaan yang bagus dengan gaji yang tinggi. Janganlah seseorang bercita-cita menjadi dokter agar mempunyai uang yang banyak. Niatkanlah kebaikan-kebaikan itu semua agar kita mendapatkan kehidupan dunia yang berkah, yang memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain dan dapat mendekatkan diri kita kepada Allah.
Sejak kita berusia 120 hari di dalam rahim ibu, Allah telah menuliskan rezeki kita. Lantas, mengapa seringkali kita merasa sulit memperoleh rezeki seperti yang kita harapkan? Yang pertama, bisa jadi karena kita tidak tahu tempatnya sehingga kita menjemput di tempat yang salah. Atau yang kedua, bisa jadi rezeki itu sudah di depan mata tetapi kita tidak melihatnya dikeranakan terhalang oleh sesuatu, yaitu kotoran dosa-dosa kita. Oleh karena itu, jangan berhenti “bertanya” kepada Allah dan terus-menerus bertaubat, meminta ampunan atas semua dosa-dosa kita. Semoga Allah menunjukkan kepada kita di mana tempat penyimpanan rezeki kita dan menuntun kita untuk menjemput rezeki tersebut sesuai dengan cara-cara yang dikehendakiNya.
Dan tetaplah ingat bahwa rezeki yang sedikit namun mencukupi lebih baik daripada banyak namun melalaikan.(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Sunday, October 10, 2010
MQ Pagi 08 Oktober 2010
at 7:08 PM Sunday, October 10, 2010
Pemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Menjaga Allah sepanjang hidup
Ringkasan Materi:
wallahu alam
materi audio: download disini
Materi: Menjaga Allah sepanjang hidup
Ringkasan Materi:
Cukuplah Allah sebagai penolong kita karena Dia-lah yang maha memiliki segalanya. Apabila kita bergantung pada selain Allah maka sebenarnya kita sedang bergantung pada yang tidak memiliki apapun, karena di dunia ini hanya ada 2 golongan, ALLAH dan ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, memiliki dan menguasai seluruh mahluk dan kejadian, sedangkan ciptaan Allah bahkan tidak bisa mengenal dirinya sendiri lebih baik daripada yang menciptakannya.
Dalam sebuah hadist riwayat Turmudzi disebutkan, Nabi Muhammad pernah bersabda : Wahai ananda,akan aku ajarkan beberapa perkara. Jagalah Allah maka Dia akan menjagamu, Jagalah Allah maka Ia akan berada di hadapanmu, dan jika engkau menginginkan sesuatu, mintalah pada Allah, dan jika kau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan Allah. Sesungguhnya jika seluruh umat berkumpul untuk mendapatkan manfaat terhadapmu, maka tidak akan terjadi satu manfaat atas dirimu kecuali apa yang sudah ditetapkan Allah. Dan jika berkumpul seluruh umat untuk mencelakakanmu, maka tidak akan dapat mencelakakan kecuali apa yang sudah ditetapkan oleh Allah.
Menjaga Allah berarti menjaga dan mengamalkan seluruh yang Allah perintahkan serta berusaha sedapat mungkin menghindari hal-hal yang tidak disukai dan dilarang oleh Allah. Apabila kita secara serius menjaga Allah maka tidak diragukan Allah akan mengurus segala urusan dan permasalahan kita. Semakin keras kita berusaha bertindak hanya karena Allah dan hanya untuk Allah maka akan semakin baik dan terus meningkat kualitas ibadah kita nantinya, tentu karena Allah sang penguasa hati yang akan menuntun hati kita menuju tingkat keimanan yang lebih baik.
Jangan panik menghadapi segala permasalahan hidup, jangan serta merta mencari pertolongan pada manusia sebelum meminta pertolongan pada Allah karena Allah-lah yang mendesain jalan hidup kita. Sambil berikhtiar harus diyakinkan dalam hati bahwa Allah yang mengetahui jalan keluar setiap permasalahan hidup dan Allah pula yang akan menggerakan hambanya untuk menjadi media perantara solusi yang kita butuhkan.
Semoga dengan terus menjaga Allah maka Allah juga akan terus menjaga setiap langkah kita, amin ya rabbal alamiin....(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Thursday, October 7, 2010
MQ Pagi 07 Oktober 2010
at 2:18 AM Thursday, October 7, 2010
Pemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Hakikat lafadz "Alhamdulillah"
Ringkasan Materi:
wallahu alam
materi audio: download disini
Materi: Hakikat lafadz "Alhamdulillah"
Ringkasan Materi:
Salah satu wujud sederhana sebagai rasa syukur atas nikmat Allah adalah dengan mengucapkan “Alhamdulillah”. Lafadz “Alhamdulillah” bermakna dalam apabila benar-benar mentafakuri ketika mengucapkannya. Jadi, tidak hanya sekedar berucap, tetapi harus merasuk ke dalam hati. Implikasinya, ketika mengucapkan “Alhamdulillah” dengan sebenar-benarnya tidak akan membuat kita menikmati pujian orang lain. Sebab hakekatnya semua nikmat datang karena kebaikan Allah, Allah yang menutupi aib, hanya Allah-lah yang pantas mendapatkan pujian.
Lafadz “Alhamdulillah” yang artinya segala puji bagi Allah, makna lebih dalamnya lagi adalah kita berusaha mempersetankan segala pujian manusia sebagai milik kita. Maka ketika kita mendapat pujian dari orang lain harus segera mengembalikan pada Allah. Orang yang gemar berucap “Alhamdulillah” akan membuat dirinya menjadi tawadu’. Apabila sudah meyakini dan mantap dengan lafadz “Alhamdulillah”, bukan menjadi permasalahan jika orang tidak memuji kita.(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: download disini
Labels: Abdullah Gymnastiar, Miftah Farid View Comments
Tuesday, October 5, 2010
MQ Pagi 05 Oktober 2010
at 7:20 PM Tuesday, October 5, 2010
Pemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Hikmah dibalik pertemuan
Ringkasan Materi:
Kemarin, di Daarut Tauhid Jakarta diadakan halalbihalal. Banyak hikmah yang kita dapat ambil dalam acara halalbihalal ini atau sejenisnya terkait dengan pertemuan, saling berkumpul, dan saling bernostalgia. Mudah-mudahan kita tidak salah menempatkan acara pertemuan seperti ini. Alangkah sayangnya bila acara-acara seperti ini tercampur dengan rasa ujub dan saling membanggakan diri. Akan lebih bermanfaat jika kita menyikapinya dengan banyak bertaubat akan dosa yang pernah kita lakukan. Pertemuan seharusnya menjadikan kita untuk bertaubat dan akan sayang jika sebuah acara-acara silaturahmi ini ternoda dengan kemaksiatan yang kita lakukan..
Teruslah mengevaluasi diri tentang berapa banyak dosa yang kita lakukan karena sesungguhnya pangkat, gelar dan jabatan adalah topeng semata.
Sesungguhnya Allah Al-Bashir, Allah maha melihat dan tidak ada yang tersembunyi. Allah tidak akan pernah membiarkan kita sendiri dan Allah sesungguhnya mengurus diri kita dan amat dekat. Tidak ada kebaikan dan kemaksiatan kita yang luput dari catatan Nya. Dengan yakin bahwa Allah maha melihat dan selalu merasa Allah menatap kita maka akan banyak manfaatnya terutama terkait dengan acara-acara pertemuan seperti halalbihalal tersebut. Akan semakin terjaga lisan dan perbuatan kita jika kita bermuraqabah. Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba Allah yang sangat sibuk dengan tatapan Allah SWT..(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: tidak ada
Materi: Hikmah dibalik pertemuan
Ringkasan Materi:
Kemarin, di Daarut Tauhid Jakarta diadakan halalbihalal. Banyak hikmah yang kita dapat ambil dalam acara halalbihalal ini atau sejenisnya terkait dengan pertemuan, saling berkumpul, dan saling bernostalgia. Mudah-mudahan kita tidak salah menempatkan acara pertemuan seperti ini. Alangkah sayangnya bila acara-acara seperti ini tercampur dengan rasa ujub dan saling membanggakan diri. Akan lebih bermanfaat jika kita menyikapinya dengan banyak bertaubat akan dosa yang pernah kita lakukan. Pertemuan seharusnya menjadikan kita untuk bertaubat dan akan sayang jika sebuah acara-acara silaturahmi ini ternoda dengan kemaksiatan yang kita lakukan..
Teruslah mengevaluasi diri tentang berapa banyak dosa yang kita lakukan karena sesungguhnya pangkat, gelar dan jabatan adalah topeng semata.
Sesungguhnya Allah Al-Bashir, Allah maha melihat dan tidak ada yang tersembunyi. Allah tidak akan pernah membiarkan kita sendiri dan Allah sesungguhnya mengurus diri kita dan amat dekat. Tidak ada kebaikan dan kemaksiatan kita yang luput dari catatan Nya. Dengan yakin bahwa Allah maha melihat dan selalu merasa Allah menatap kita maka akan banyak manfaatnya terutama terkait dengan acara-acara pertemuan seperti halalbihalal tersebut. Akan semakin terjaga lisan dan perbuatan kita jika kita bermuraqabah. Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba Allah yang sangat sibuk dengan tatapan Allah SWT..(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: tidak ada
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Sunday, October 3, 2010
MQ Pagi 03 OKtober 2010
at 6:52 PM Sunday, October 3, 2010
Pemateri: KH. abdullah Gymnastiar
Materi: Menunjukkan indahnya islam
Ringkasan Materi:
Siaran pagi ini dipancarkan oleh Aa’ gym yang sedang berada di mesjid Baitul Makmur Denpasar. Di Bali, muslim adalah minoritas sedangkan di Indonesia muslim mayoritas. Tentu cara berdakwah di kondisi seperti ini berbeda pula.
Mempelajari dan mengajari agama islam tidak dapat disamaratakan cara dan metodanya tanpa melihat kondisi lingkungannya terlebih dahulu. Sebab ada lingkungan yang sudah paham tentang islam namun ada juga yang belum paham dengan islam. Rasulullah memulai mengajarkan islam dengan berdiri sebagai satu-satunya orang yang beriman kepada Allah, namun Rasulullah tidak gentar sebagai minoritas karena beliau mengetahui cara yang tepat untuk berdakwah. Cara tersebut adalah berkhidmat kepada masyarakat, menunjukan keindahan islam tanpa banyak berkata-kata namun dengan tindakan nyata dan kesempurnaan Akhlaknya. Rasulullah tidak serta merta bercerita tentang alquran namun menjadikan AlQuran sebagai kepribadiannya.
Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang memutuskan untuk memeluk agama islam. Keluarga dan orang tuanya tentu menentang namun anak ini tetap pada pendiriannya namun juga tetap santun dan bersikap baik pada keluarganya. Dia tidak mengeluarkan sedikitpun kata-kata ajakan untuk menjadi seorang muslim seperti dirinya, tidak pula berceloteh tentang islam hingga suatu saat sang ayah jatuh sakit. Di saat saudara-saudaranya yang lain sudah bosan dan tidak peduli lagi dengan ayahnya, si anak yang muallaf ini terus sabar merawat ayahnya. Sang ayah pun bertanya, “Mengapa kamu sangat sabar dan tidak berkeluh kesah nak?” kemudian si anak menjawab “Karena islam mengajarkan saya untuk bersabar dan berbuat baik terhadap orang tua serta memerintahkan saya untuk tidak banyak berkeluh kesah ayah”. Mendengar ucapan sederhana anaknya, si ayah terenyuh dan akhirnya mau ikut mempelajari islam. Hanya satu kalimat dari anak tersebut namun sangat menggentarkan hati, tentu bukan hanya dari perkataannya namun lebih karena anak tersebut sudah istiqamah menunjukan kebenaran ajaran agama islam melalui sikapnya yang sangat islami.
Jadi mari kita awali dengan memberikan manfaat kepada orang lain, sebab tidak ada satu orangpun yang tidak suka diberi manfaat oleh orang lain. Berdakwah tidak selalu identik dengan berceramah, berkata-kata tajam menyuruh orang lain untuk berbuat seperti yang menurut kita baik...Namun berdakwah justru lebih baik diawali dengan terus meleburkan nilai-nilai islam dalam kepribadian kita dan menunjukan keindahannya dengan secara istiqamah berkhidmat atau memberikan manfaat terhadap orang lain.(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: tidak ada
Materi: Menunjukkan indahnya islam
Ringkasan Materi:
Siaran pagi ini dipancarkan oleh Aa’ gym yang sedang berada di mesjid Baitul Makmur Denpasar. Di Bali, muslim adalah minoritas sedangkan di Indonesia muslim mayoritas. Tentu cara berdakwah di kondisi seperti ini berbeda pula.
Mempelajari dan mengajari agama islam tidak dapat disamaratakan cara dan metodanya tanpa melihat kondisi lingkungannya terlebih dahulu. Sebab ada lingkungan yang sudah paham tentang islam namun ada juga yang belum paham dengan islam. Rasulullah memulai mengajarkan islam dengan berdiri sebagai satu-satunya orang yang beriman kepada Allah, namun Rasulullah tidak gentar sebagai minoritas karena beliau mengetahui cara yang tepat untuk berdakwah. Cara tersebut adalah berkhidmat kepada masyarakat, menunjukan keindahan islam tanpa banyak berkata-kata namun dengan tindakan nyata dan kesempurnaan Akhlaknya. Rasulullah tidak serta merta bercerita tentang alquran namun menjadikan AlQuran sebagai kepribadiannya.
Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang memutuskan untuk memeluk agama islam. Keluarga dan orang tuanya tentu menentang namun anak ini tetap pada pendiriannya namun juga tetap santun dan bersikap baik pada keluarganya. Dia tidak mengeluarkan sedikitpun kata-kata ajakan untuk menjadi seorang muslim seperti dirinya, tidak pula berceloteh tentang islam hingga suatu saat sang ayah jatuh sakit. Di saat saudara-saudaranya yang lain sudah bosan dan tidak peduli lagi dengan ayahnya, si anak yang muallaf ini terus sabar merawat ayahnya. Sang ayah pun bertanya, “Mengapa kamu sangat sabar dan tidak berkeluh kesah nak?” kemudian si anak menjawab “Karena islam mengajarkan saya untuk bersabar dan berbuat baik terhadap orang tua serta memerintahkan saya untuk tidak banyak berkeluh kesah ayah”. Mendengar ucapan sederhana anaknya, si ayah terenyuh dan akhirnya mau ikut mempelajari islam. Hanya satu kalimat dari anak tersebut namun sangat menggentarkan hati, tentu bukan hanya dari perkataannya namun lebih karena anak tersebut sudah istiqamah menunjukan kebenaran ajaran agama islam melalui sikapnya yang sangat islami.
Jadi mari kita awali dengan memberikan manfaat kepada orang lain, sebab tidak ada satu orangpun yang tidak suka diberi manfaat oleh orang lain. Berdakwah tidak selalu identik dengan berceramah, berkata-kata tajam menyuruh orang lain untuk berbuat seperti yang menurut kita baik...Namun berdakwah justru lebih baik diawali dengan terus meleburkan nilai-nilai islam dalam kepribadian kita dan menunjukan keindahannya dengan secara istiqamah berkhidmat atau memberikan manfaat terhadap orang lain.(dicopas dari sini)
wallahu alam
materi audio: tidak ada
Labels: Abdullah Gymnastiar View Comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
