Live Streaming Aa' gym di USTREAM

Cek terus halaman ini untuk melihat ceramah aa' secara live via ustream. Jadwal live streaming - menyusul, atau kunjungi http://www.ustream.tv/channel/aagym-dt untuk melihat rekamannya.

Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib

Live video chat by Ustream
Showing posts with label Fachrudin. Show all posts
Showing posts with label Fachrudin. Show all posts

Friday, September 3, 2010

MQ Pagi 03 September 2010

Friday, September 3, 2010
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Kepekaan hati

Ringkasan Materi:
Bulan Ramadhan adalah bulan suci dan mensucikan, bulan yang dilimpahkan rahmat oleh Allah SWT. Itu semua hanya bisa dirasakan oleh hati kita. Peningkatan rasa di hati menambah kepekaan hati kita. Kepekaan hati terkait juga dengan dosa-dosa yang kita lakukan. Semakin banyak dosa yang terkikis karena taubat yang kita lakukan, maka dapat menambah kepekaan hati.

Pengaruh dari kepekaan hati adalah mudahnya kita mengendalikan lisan dan hati akan reflek dengan hal-hal, baik yang dilarang maupun yang boleh dilakukan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperhatikan perubahan hati. Semakin baik kondisi hati, maka akan semakin khusyuk ibadah kita, semakin tersentuh hati kita dengan bacaan-bacaan Al-Qur’an dan keMaha Agungan Allah SWT. Diri kita akan selalu merasa dipandang Allah jika hati kita peka. Setiap perbuatan yang kita lakukan akan menjadi amal kalau ada kepekaan hati dan waspada bahwa Allah adalah maha menatap. Hari demi hari di bulan Ramadhan ini marilah kita lebih memperhatikan kondisi hati, harus ada penambahan kualitas hati kita terutama di sepuluh hari terakhir ini. Ciri Ramadhan yang sukses sesungguhnya dapat kita lihat dari bagaimana reaksi kita terhadap orang lain bukan reaksi orang terhadap kita.

Kunci dari hati yang tidak berkualitas adalah MERASA, yaitu selalu ingin merasa lebih dari orang lain dan merasa ingin dinilai orang. Inilah justru yang membuat hati menjadi bebal.
Inilah renungan Ramadhan untuk hati kita. Semoga di akhir Ramadhan ini hati kita menjadi lebih bening, lebih peka, dan lebih dekat dengan Allah SWT. Periksakan selalu setiap kondisi dari hati kita karena Allah sesungguhnya Maha Tahu persis kondisi hati kita dan tidak ada yang luput satu pun dari genggaman Allah. Semoga hati kita selalu sangat sibuk dengan Allah meskipun saat ini banyak kesibukan lain yang dapat membuat kita lalai. Namun Allah sesungguhnya selalu member jalan bagi kita untuk selalu dekat dengan Nya. (dicopas dari sini)

Wallahu alam

materi audio dapat didownload disini


View Comments

Tuesday, August 31, 2010

MQ Pagi 30 Agustus 2010

Tuesday, August 31, 2010
Pemateri: Ustadz Fachrudin
Materi: Menjaga keistiqomahan setelah bulan ramadhan

Ringkasan Materi:
Bulan Ramadhan adalah syahrul riyadhoh atau bulan latihan. Target dalam bulan Ramadhan ini menjadi orang-orang yang bertakwa. Seandainya kita mengikuti pelatihan, maka berharap akan ada ilmu dan perubahan setelah mengikuti pelatihan.

Begitu pula dalam bulan Ramadhan ini, berharap tidak hanya ilmu namun keimanan kita juga meningkat. Ilmu dan keimanan yang meningkat seiring juga dengan amalan yang meningkat. Rasulullah SAW berpesan dalam hadist nya:
“Amal yang paling disenangi oleh Allah, ialah amal yang terus-menerus dikerjakan, walaupun sedikit” (Bukhori dan Muslim)
Hadist tersebut harus dimaknai secara mendalam dan menyeluruh tidak bisa sebagian. Inilah yang disebut dengan ISTIQOMAH.

Istiqomah diartikan sebagai peningkatan bukan stagnan. Menurut Usman Bin Affan, istiqomah adalah ikhlash dan terus meningkat dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menjaga amaliah kita setelah bulan Ramadhan?? Ada lima hal yang menjadi pegangan kita agar istiqomah, yaitu:
1. Mu’ahadah, yaitu dengan mengingat janji kita kepada Allah SWT seperti dalam Q.S Al-A’raf (7) ayat 172 yang berbunyi:
“Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): “Bukankah Aku tuhan kamu?” Mereka semua menjawab: “Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: “Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini”.
2. Mujahadah, yaitu bersungguh-sungguh dalam melakukan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Setiap amalan yang kita lakukan hendaknya bersungguh-sungguh dalam meninggikan kalimat Allah.
3. Muhasabah, yaitu menghitung atau mengevaluasi diri dengan apa yang telah dilakukan dan apa yang perlu ditingkatkan di hari esok.
4. Mu’aqobah, yaitu berani memberi sanksi terhadap diri sendiri. Inilah fungsi dari riyadhoh bahwa kita tidak bisa mengabaikan saja amalan yang kita lakukan.
5. Muraqobah, yaitu mengupayakan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan lima hal di atas, semoga keistiqomahan kita, khususnya amaliyah Ramadhan, dapat terus terjaga di sebelas bulan berikutnya. (dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini


View Comments

Friday, July 23, 2010

MQ Pagi 23 Juli 2010

Friday, July 23, 2010
Materi: Syukur nikmat atas setiap kejadian

Ringkasan Materi:
Berbahagialah bagi orang-orang yang pandai bersyukur atas setiap kejadian. Hidup tidak pernah lepas dari ujian dan sesungguhnya penderitaan datang karena tidak mengenal Allah dengan baik. Jika hati telah mengenal Allah maka musibah yang dirasakan menjadi syukur nikmat. Nikmat yang besar sesungguhnya adalah ketika tersingkapnya hati untuk mengenal Allah.

Dalam Q.S Al-Baqarah (2) ayat 155 bahwa sesungguhnya hanya pada orang-orang yang sabar maka musibah dianggap sesuatu yang baik karena hatinya yakin kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT memiliki segala sesuatunya, maka Allah akan berbuat apa saja yang dikehendakinya.

Rasulullah berpesan dalam HR Bukhari: “Tidak satu musibahpun yang menimpa seorang Muslim, seperti penyakit, kesulitan, kesusahan atau kegelisahan, sampai tertusuk duri, melainkan Allah menghapus kesalahan-kesalahannya dengan musibah itu.” Dalam hadist tersebut, sering kita tidak tersadar bahwa segala himpitan sesungguhnya adalah penghapus dosa dan kedekatan dengan Allah lah yang dapat membuat kita tenang dalam menghadapi semua kesulitan.

Tertekannya kita akan suatu masalah sebetulnya bukan karena masalahnya namun bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. semoga kita dapat memahami pola derita yang kita alami. Sesungguhnya kebahagiaan bukan datang dari harta, kedudukan melainkan datang dari Allah SWT. Orang yang yakin kepada Allah, maka ia tidak akan sedih terhadap ujian yang dihadapinya. Inilah prioritas hidup kita. Makin ridho terhadap takdir Allah maka semakin ringan kita menjalani hidup ini. Sikapilah setiap kejadian dengan yakin kepada Allah karena inilah sumber kebahagiaan. (dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Thursday, July 1, 2010

MQ Pagi 02 Juli 2010

Thursday, July 1, 2010
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Tantangan kepemimpinan

Ringkasan Materi:
Dalam kehidupan ini, seringkali perilaku kita mempengaruhi orang lain. Pengaruh tersebut bisa jadi dalam arah positif, bisa juga dalam arah negatif. Mari kita lihat beberapa contoh kasus sebagai berikut:

Ada seseorang menunjukkan informasi tempat kemaksiatan, walaupun hanya berkata "tuh" yang menunjukkan arah tempat tersebut. Jika orang yang ditunjukkan tersebut melakukan kemaksiatan yang dimaksud, maka orang yang menunjukkan "tuh" tadi juga akan menanggung dosanya .. Naudzubillah ...

Ada seorang direktur perusahaan. Setiap hari memberikan motivasi dan juga contoh melakukan shalat. Karyawan-karyawan kemudian tergerak untuk disiplin dalam shalatnya. Maka pahala dan kebaikan pun dipastikan akan juga mengalir pada sang direktur ... Subhanallah ..

Itulah tantangan kepemimpinan kita. Apakah kita akan menjadi trigger(pemicu) kebaikan atau sebaliknya malah jadi pemicu kemaksiatan?? Mari kita melihat diri kita dan peran kita sehari-hari sebagai orang tua, apakah kita memberikan keteladanan baik atau contoh keburukan. Atau kita yang sehari-hari sebagai guru, apakah kita melahirkan murid-murid yang akan berlomba dalam kebaikan. Atau peran kita sebagai mubaligh, jangan-jangan hanya pandai berbicara tetapi kosong dalam keteladanan ...(dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Monday, June 21, 2010

MQ Pagi 20 Juni 2010

Monday, June 21, 2010
Pemateri: Ustadz Fachrudin
Materi: Meningkatkan amaliyah di bulan Rajab

Ringkasan Materi:
Salah satu doa yang dicontohkan baginda Rasul di bulan sya’ban yaitu Allahumma Baariklana fi rajab wa sya'ban wabaalighna Ramadhan. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada Kami pada bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah usia kami pada bulan Ramadhan.

Keberkahan yang dimaksud dalam doa tersebut adalah apapun yang keberadaannya meningkatkan kebaikan dalam diri kita dan membawa kita semakin mengenal serta dekat dengan Allah. Untuk mendapatkan keberkahan baik harta yang barakah, ilmu yang barakah atau jabatan yang barakah terutama di bulan rajab yang merupakan satu dari 4 bulan haram yang ditulis dalam al quran mari kita meningkatkan amaliyah kita. Teruslah berusaha meningkatkan amal shaleh dan tidak lelah berlomba-lomba dalam kebaikan.

Amaliyah utama kita usahakan dalam rangka mempersiapkan diri menuju ramadhan di bulan rajab ini adalah MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH SHALAT KITA. Usahakanlah untuk memperbaiki setiap hal terkait dengan persiapan maupun pelaksanaan shalat kita seperti antara lain :

  • Shalat tepat waktu, karena sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat tepat pada waktunya
  • Menyempurnakan shalat sunnah rawatib yang mengiringi shalat fardhu. Paling tidak 10 rakaat yang muakkad kita belajar tekuni tiap harinya agar nantinya menjadi hal yang terbiasa dan tidak lagi menjadi beban untuk mengerjakannya.
  • Khusyuk. Salah satu caranya dengan membatasi hal-hal yang sekiranya akan mengganggu kekhusyukan kita saat shalat, misalnya men-silent hp, mematikan televisi, dan lain-lain
  • Meningkatkan kebersihan diri dan kebersihan pakaian shalat. Tentu sulit berkonsentrasi apabila kita shalat dengan badan penuh keringat, atau shalat disebelah orang yang berbau kurang sedap, atau menggunakan mukena yang bau. Mulailah untuk meningkatkan kebersihan diri sendiri agar membantu meningkatkan kualitas ibadah shalat kita
  • Meningkatkan silaturrahim setelah shalat.
materi di copy paste dari sini

Wallaahu a’lam bish-shawaab

Materi audio dapat didownload disini

View Comments

Monday, May 3, 2010

MQ Pagi 02 Mei 2010

Monday, May 3, 2010

Sesi I

Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Mengenal Rasulullah

Ringkasan Materi:
Tausyiah hari ini dipancarkan langsung dari Raudhah yang berada di dalam Mesjid Nabawi.

Raudhah yang secara bahasa berarti taman adalah suatu tempat yang berada di antara rumah nabi yang saat ini menjadi makam nabi dengan mimbar nabi dimana beliau biasa menyampaikan wahyu dan ajaran islam pada para sahabat. Rasulullah pernah bersabda Sesungguhnya diantara kamarku dan mimbarku adalah sebuah taman (raudhah) diantara taman-taman surga. Mengingat istimewanya tempat ini dan diyakini merupakan salah satu tempat mustajab dikabulkannya permohonan dan doa-doa karena itulah seluruh muslim yang berada di mesjid nabawi akan berlomba-lomba untuk dapat menunaikan shalat sunat, beritikaf bahkan shalat wajib di area raudhah ini.

Salah satu nikmat iman yang langsung dirasakan ketika berada di raudhah ini adalah perasaan begitu dekat dengan baginda Rasul, perasaan rindu yang memuncak ingin menatap dan bertemu dengannya. Kita seperti dituntun untuk terus dan terus belajar mengenal pribadi rasul.

Dikisahkan Rasul yang adalah mahluk paling mulia di dunia ini, mahluk yang telah dijanjikan dunia beserta isinya, manusia yang bahkan Allah dan malaikatpun bershalawat padanya tapi tetap menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Atap rumahnya hanya dari pelepah kurma, dengan isi yang jauh dari kata mewah, bahkan gandum untuk dimakan tiap harinya pun belum tentu ada setiap saat.

Rasul adalah pribadi yang santun, tidak banyak bicara, dan tiap perkataan yang keluar dari mulutnya penuh dengan manfaat dan sikapnya penuh kehati-hatian dengan pengendalian dan penjagaan diri yang sempurna. Rasulullah selalu tersenyum, dan beliau tersenyum dengan hatinya sehingga akan langsung berasa pada kalbu orang yang memandangnya, rasulullah pun sangat jarang marah. Seandainya marah beliau akan memerah wajahnya namun tetap menjaga tiap perkataannya, hal yang menyebabkan marahnya pun bukan hal- hal pribadi tapi selalu menyangkut kepentingan agama dan umat.

Nabi adalah orang yang sangat santun, ketika beliau dipanggil beliau bukan hanya memalingkan wajah namun seluruh badannya dan akan menjabat tangan lebih dulu dan tidak akan melepas sebelum lawan bicaranya melepaskannya. Beliau berbicara dan memandang lawan bicaranya bukan hanya dengan wajahnya namun dengan seluruh hatinya sehingga tiap orang yang baru bertemu rasul akan merasa menjadi orang yang paling mulia di mata rasulullah karena begitu baiknya sikap rasul dalam memuliakan dan menghargai orang lain.

Berbahagialah jika kita tergolong menjadi orang -orang yang mencintai rasul walaupun tidak pernah bertatap muka dengannya, berbahagialah kita dapat merasakan nikmat iman dan islam melalui ajaran yang disampaikan olehnya. Niscaya kita akan mudah mengenal dan mensyukuri indahnya islam dengan mengenal pribadi junjungan kita nabi besar Muhammad SAW.

dicopas dari sini

Sesi II
Pemateri: Ustadz Fachrudin
Materi: Bahagia dunia akhirat

Ringkasan Materi:
Semoga bagi para jamaah yang belum bisa berkunjung ke tanah suci dan berziarah ke makam Rasulullah, semoga nanti di akhirat kita dapat bertemu dengan beliau. Baginda Rasul mewasiatkan, kalau kita ingin berjumpa dengan beliau kita harus berpegang teguh kepada 2(dua) hal, sebagaimana sabda beliau
"Sesungguhnya saya telah tinggalkan untuk kalian suatu perkara (jika kalian berpegang teguh dengannya), niscaya kalian tidak akan sesat selamanya; yaitu Kitab Allah dan Sunnahku" (HR. Hakim, Baihaqi, dan Ad-Daraquthni)
Dipertemuan sebelumnya kita telah membahas bagaimana kiat agar menjadi orang yang bahagia. Semua manusia pasti menginginkan bahagia, baik didunia maupun diakhirat. Menurut Ibnu Abbas indikator orang bahagia dunia akhirat adalah:

Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur, bersyukur atas segala nikmat yang ada. Bagaimana syukur kita? yaitu dengan mempergunakan nikmat tersebut untuk beribadah kepada Allah

Al azwaju shalihah atau pasangan hidup yang sholeh, ini akan menjadi sebab kehidupan kita bahagia dunia akhirat

al auladun abrar atau anak yang soleh, tidak semua kita adalah orang tua tetapi semua kita adalah anak. Anak yang mempunyai kewajiban berbakti kepada orang tua baik kepada yang masih hidup ataupun yang meninggal dunia. Banyak ayat dalam Al Quran yang menyuruh kita berbakti kepada orang tua, tingkatan berbakti kepada orang tua ini berada diurutan ke-2 setelah beribadah kepada Allah. Demikian pula dosa, dosa terbesar setelah menyekutukan Allah adalah durhaka kepada orang tua.

albiatu hasanah atau lingkungan yang kondusif untuk iman kita, untuk menciptakan lingkungan yang seperti ini salah satunya adalah dengan mengisi rumah dengan kegiatan tilawah Al Quran. dari Anas, ia berkata Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli quran (orang yang membaca atau menghapal quran dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad)
Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Sunday, April 11, 2010

MQ Pagi 11 April 2010

Sunday, April 11, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Berbicara benar dan manfaat

Ringkasan Materi:
Seringkali kita terjebak mengatakan sesuatu yang tidak bermanfaat dan sia-sia. Berpikirlah sebelum berbicara, perkataan ibarat anak panah yang melesat dari busurnya - tidak dapat dikejar dan ditarik lagi ketempat semula tanpa meninggalkan bekas. Bicaralah yang benar dan manfaat, disaat yang tepat dan pada orang yang tepat. Tidak semua hal harus disampaikan, kita harus bisa meletakkan perkataan dengan tepat. Bicara seperlunya saja, tidak usah ditambah-tambahi, tidak usah segala dibicarakan, sehingga membuat kita tergoda untuk berbicara lebih banyak, lebih baik, dan cenderung mengada-ada.

catatan admin:
Dewasa ini banyak sekali hal-hal yang cukup menggoda untuk dibuat bahan pembicaraan, mulai dari makelar kasus, makelar pajak, dan lain sebagainya. Pertanyaannya, apakah kita perlu membicarakannya? apakah kita tahu kebenaran dibalik semua kejadian ini? andaikan kita tahu apakah pantas kita mempergunjingkannya?
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hujurat: 11-12)
Sesi II
Pemateri: Ustadz Fachrudin
Materi: Indikator Kebahagiaan

Ringkasan Materi:
Setiap kita pasti ingin bahagia. Menurut Ibnu Abbas indikator orang bahagia dunia akhirat adalah:
  1. Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur
  2. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh
  3. al auladun abrar, yaitu anak yang soleh
  4. albiatu hasanah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita
  5. al malul halal, atau harta yang halal
  6. Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama
  7. umur yang barokah
Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid.

Wallaahu a’lam bish-shawaab

View Comments