Pemateri: Ustadz Shalahudin
Materi: Tips mendapat hidayah dan petunjuk Allah
Ringkasan Materi:
Memasuki akhir bulan Rajab yang artinya semakin mendekati Bulan Ramadhan tentu kita harus semakin giat mencari cara dalam mendapatkan hidayah dan petunjuk Allah SWT. Dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 183-188 dibahas hal-hal yang terkait dengan Shaum di Bulan Ramadhan dari mulai perintah untuk melakukannya, siapa saja yang wajib melaksanakan, apa saja yang mebatalkan, sampai dengan keringanan-keringanan yang ditetapkan oleh Allah. Sebenarnya jika diperhatikan, ada 1 ayat dalam rangkaian ayat-ayat tersebut yang tidak terkait secara langsung dengan Shaum Ramadhan namun lebih secara langsung bicara tentang hidayah dan petunjuk Allah secara umum. Ayat yang dimaksud adalah ayat 186 yang artinya :
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”
Ayat ini dapat di¬-breakdown menjadi beberapa hal yang dapat menjadi tips bagaimanakah cara mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah SWT ; yaitu :
1) Bertanya
Hal pertama yang menjadi cara untuk mendapatkan petunjuk adalah BERTANYA. Sederhana karena bertanya merupakan obat dari kebodohan dan ketidaktahuan. Oleh karena itu, bertanya harus dilakukan pada orang yang berpengetahuan. Jika dalam ayat di atas, disebutkan bertanya pada Rasulullah, maka di zaman sekarang (ketika Rasulullah sudah tidak ada bersama kita) bertanya dapat kita lakukan pada :
- Peninggalan Rasulullah
Yang dimaksud peninggalan Rasulullah adalah Kitab AlQuran dan Sunah Rasul (Hadist) yang merupakan 2 perkara yang jika kita berpegang teguh pada keduanya maka tidak akan tersesat. Jadi kalau kita ada yang tidak tahu tentang sesuatu, langkah pertama bukalah AlQuran dan Hadist.
- Pewaris Rasulullah
Yang dimaksud pewaris Rasulullah adalah para ulama dengan kapasitas keilmuan yang baik. Sehingga mengikuti majelis-majelis taklim adalah salah satu cara yang bijak dalam mencari petunjuk Allah.
2) Bergabung dengan kelompok hamba-hamba Allah
Agar mendapatkan petunjuk Allah, kita juga harus tergabung dalam kelompok hamba-hamba Allah. Bagaimana kriterianya?? AlQuran surat AlFurqan ayat 63 sampai ayat terakhir (77) menceritakan banyak tentang ciri-ciri orang yang menjadi hamba-hamba Allah. Ciri-cirinya antara lain : rendah hati, senang membalas kejahatan dengan sesuatu yang baik, rajin melakukan shalat di malam hari (qiyamul lail), takut pada neraka, dll.
Jadi jika kita ngin mendapatkan petunjuk Allah, kita harus berusaha agar kita dapat digolongkan sebagai hamba-hamba-Nya dengan melakukan hal-hal yang dicirikan dalam Surat AlFurqan tersebut.
3) Berdoa
Doa adalah perbuatan seorang hamba meminta kepada Allah agar Allah melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Berdoa menunjukkan penghambaan dan pengharapan kepada Allah sehingga sangat krusial dan penting. Ayat ini diletakkan di antara ayat-ayat yang membahas Shaum Ramadhan juga memberi isyarat betapa besar artinya untuk berdoa terutama di bulan Ramadhan.
4) Bersikap responsif dalam melakukan perintah Allah
Maksudnya untuk mendapatkan petunjuk, kita harus sungguh-sungguh dalam melakukan setiap perintah Allah dan bersikap responsif dengan cara tidak lalai/sembrono.
5) Beriman kepada Allah
Yang terakhir namun menjadi paling penting, jika kita menginginkan petunjuk Allah, hendaknya didasari dengan keimanan yang tebal sebab keimanan tersebut merupakan modal dasar sebuah amal shaleh. Amal shaleh yang dilakukan tanpa dasar keimanan diibaratkan debu yang berterbangan dengan sia-sia.
Demikian isyarat-isyarat yang disampaikan Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 186, semoga kita tergolong dalam hamba-hambaNya yang selalu diberi hidayah dan petunjuk, Amiin. (dicopas dari sini)
Wallaahu a’lam bish-shawaab
materi audio dapat didownload disini
Live Streaming Aa' gym di USTREAM
Cek terus halaman ini untuk melihat ceramah aa' secara live via ustream. Jadwal live streaming - menyusul, atau kunjungi http://www.ustream.tv/channel/aagym-dt untuk melihat rekamannya.
Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib
Live video chat by Ustream
Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib
Live video chat by Ustream
Showing posts with label Shalahudin. Show all posts
Showing posts with label Shalahudin. Show all posts
Friday, July 2, 2010
Friday, June 11, 2010
MQ Pagi 12 Juni 2010
at 9:16 PM Friday, June 11, 2010
Pemateri: Ustadz Shalahudin
Materi: Ma’rifatul Nafsi - mengenal diri manusia
Ringkasan Materi:
Ma’rifatul Nafsi atau Ma’rifatul insaan adalah ilmu untuk mengetahui hakikat diri manusia. Banyak ayat di dalam Alquran yang menyebutkan tentang hakikat diri manusia. Bila dikelompokkan dalam bagian yang lebih kecil, kita dapat bagi proses pengenalan terhadap diri ini menjadi 3 yaitu :
(1) PROSES KEJADIAN MANUSIA
Dalam AlQuran Surat Al-Hajj ayat 5 diterangkan secara detil proses kejadian manusia sejak dari tanah dan setetes mani yang kemudian berubah menjadi segumpal darah dan segumpal darah untuk kemudian ditiupkan ruh serta ditetapkan takdirnya di dalam rahim. Setelah lahir, menjadi bayi yang kemudian tumbuh dewasa, dengan sebagian diwafatkan dan sebagian lagi dipanjangkan umurnya hingga mencapai fase pikun. Ayat ini secara gamblang menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang berproses dan tidak instan serta diadakan oleh Allah dari ketiadaannya.
Selain ayat di atas, dalam AlQuran surat Ar-Ruum ayat 54 juga menyebutkan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah, untuk kemudian menjadi kuat, dan lemah kembali. Manusia memang datang ke dunia dalam keadaan lemah, setidaknya lemah dalam 3 hal yaitu dalam bentuk fisik (ketampanan/kecantikan), lemah dalam harta, dan lemah dalam akal. Dalam prosesnya, akan menjadi kuat untuk kemudian dilemahkan kembali oleh Allah.
(2) PERBEDAAN-PERBEDAAN DALAM MANUSIA (Bahasa,Warna Kulit, dll)
Allah menciptakan manusia dalam perbedaan-perbedaan yang kaya dan semuanya itu merupakan tanda-tanda kebesaran Allah. Dalam AlQuran surat Ar Ruum ayat 22 disebutkan bahwa di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah Ia menciptakan langit dan bumi dan bahasa serta warna tubuh yang berlain-lainan. Yang terpenting dari perbedaan ini adalah bila berkolaborasi seharusnya bisa menjadi takaful (saling menanggungjawabi) dan menjadi kebaikan.
Selain itu dalam ayat yang lain, di surat Al-Hujuraat ayat ke 13 juga dijelaskan tentang kondisi manusia yang berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal satu sama lain.
(3) PERHIASAN MANUSIA
Allah juga menciptakan manusia lengkap dengan perhiasan yang akan memperindahnya. Dalam surat Ali Imran ayat 14 dipaparkan bahwa perhiasan dunia manusia dapat terdiri atas pasangan (suami/istri), keturunan (anak-anak), dan harta yang berbentuk uang,kendaraan, ternak, dan tempat usaha.
Walaupun perlu diingat bahwa semua itu adalah perhiasan dunia yang seharusnya menjadi alat untuk menggapai perhiasan hakiki yakni surga. (dicopas dari sini)
Wallaahu a’lam bish-shawaab
Materi: Ma’rifatul Nafsi - mengenal diri manusia
Ringkasan Materi:
Ma’rifatul Nafsi atau Ma’rifatul insaan adalah ilmu untuk mengetahui hakikat diri manusia. Banyak ayat di dalam Alquran yang menyebutkan tentang hakikat diri manusia. Bila dikelompokkan dalam bagian yang lebih kecil, kita dapat bagi proses pengenalan terhadap diri ini menjadi 3 yaitu :
(1) PROSES KEJADIAN MANUSIA
Dalam AlQuran Surat Al-Hajj ayat 5 diterangkan secara detil proses kejadian manusia sejak dari tanah dan setetes mani yang kemudian berubah menjadi segumpal darah dan segumpal darah untuk kemudian ditiupkan ruh serta ditetapkan takdirnya di dalam rahim. Setelah lahir, menjadi bayi yang kemudian tumbuh dewasa, dengan sebagian diwafatkan dan sebagian lagi dipanjangkan umurnya hingga mencapai fase pikun. Ayat ini secara gamblang menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang berproses dan tidak instan serta diadakan oleh Allah dari ketiadaannya.
Selain ayat di atas, dalam AlQuran surat Ar-Ruum ayat 54 juga menyebutkan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah, untuk kemudian menjadi kuat, dan lemah kembali. Manusia memang datang ke dunia dalam keadaan lemah, setidaknya lemah dalam 3 hal yaitu dalam bentuk fisik (ketampanan/kecantikan), lemah dalam harta, dan lemah dalam akal. Dalam prosesnya, akan menjadi kuat untuk kemudian dilemahkan kembali oleh Allah.
(2) PERBEDAAN-PERBEDAAN DALAM MANUSIA (Bahasa,Warna Kulit, dll)
Allah menciptakan manusia dalam perbedaan-perbedaan yang kaya dan semuanya itu merupakan tanda-tanda kebesaran Allah. Dalam AlQuran surat Ar Ruum ayat 22 disebutkan bahwa di antara tanda-tanda kekuasaan Allah adalah Ia menciptakan langit dan bumi dan bahasa serta warna tubuh yang berlain-lainan. Yang terpenting dari perbedaan ini adalah bila berkolaborasi seharusnya bisa menjadi takaful (saling menanggungjawabi) dan menjadi kebaikan.
Selain itu dalam ayat yang lain, di surat Al-Hujuraat ayat ke 13 juga dijelaskan tentang kondisi manusia yang berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal satu sama lain.
(3) PERHIASAN MANUSIA
Allah juga menciptakan manusia lengkap dengan perhiasan yang akan memperindahnya. Dalam surat Ali Imran ayat 14 dipaparkan bahwa perhiasan dunia manusia dapat terdiri atas pasangan (suami/istri), keturunan (anak-anak), dan harta yang berbentuk uang,kendaraan, ternak, dan tempat usaha.
Walaupun perlu diingat bahwa semua itu adalah perhiasan dunia yang seharusnya menjadi alat untuk menggapai perhiasan hakiki yakni surga. (dicopas dari sini)
Wallaahu a’lam bish-shawaab
Labels: Shalahudin View Comments
Monday, March 15, 2010
MQ Pagi 14 Maret 2010
at 3:09 AM Monday, March 15, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Menerapkan tauhid dalam kehidupan berorganisasi
Ringkasan Materi:
Kemarin, saat melihat anak-anak yang diberi kekhususan oleh Allah (autis) saya bisa melihat kepolosan, tidak ada perilaku yang dibuat-buat. Hal ini membuat nyaman, karena tidak ada perilaku yang ditutupi, semuanya murni.
Tauhid, seharusnya bisa membuat seseorang menjadi berperilaku apa adanya, tidak ada topeng kemunafikan. Tauhid juga sangat berguna dalam kehidupan berorganisasi, ada banyak kebaikan yang bisa didapat bila tauhid diterapkan dengan sungguh-sungguh, antara lain:
Semua hal dilakukan semata hanya karena Allah, dan menjadi ibadah. Adanya pesaing tidak lantas membuat hati menjadi resah dan gelisah, karena dengan adanya pesaing membuat semangat menjadi berkobar dan berlomba-lomba untuk menyempurnakan ibadah dan ikhtiar. Fastabiqul khairat.
Sesi II
Pemateri: Ustadz Shalahudin
Materi: Macam keluarga menurut Al Quran
Ringkasan Materi:
Salah satu usaha untuk membersihkan hati adalah dengan memperhatikan lingkungan. Lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku kita.
Rasulullah telah bersabda : ”Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena kecantikannya, karena nasabnya, karenaagamanya. Maka pilihlah alasan menikahinya karena agamanya. Kalau tidak maka rugilah engkau”
Wallaahu a’lam bish-shawaab
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Menerapkan tauhid dalam kehidupan berorganisasi
Ringkasan Materi:
Kemarin, saat melihat anak-anak yang diberi kekhususan oleh Allah (autis) saya bisa melihat kepolosan, tidak ada perilaku yang dibuat-buat. Hal ini membuat nyaman, karena tidak ada perilaku yang ditutupi, semuanya murni.
Tauhid, seharusnya bisa membuat seseorang menjadi berperilaku apa adanya, tidak ada topeng kemunafikan. Tauhid juga sangat berguna dalam kehidupan berorganisasi, ada banyak kebaikan yang bisa didapat bila tauhid diterapkan dengan sungguh-sungguh, antara lain:
- saat rapat, peserta rapat akan jauh lebih berani mengemukakan pendapat, penyampaiannya-pun tidak memakai emosi. Selesai rapat tidak akan ada lagi kasak-kusuk dan kecurigaan, karena semua pendapat diutarakan dengan jujur dan baik.
- laporan keuangan menjadi lebih transparan, kerugian dan keuntungan dilaporkan dengan jujur, tidak ditutup-tutupi, tidak lagi Asal Bapak Senang, ini membuat tindakan antisipasi menjadi lebih jelas.
- kalau terjadi masalah, setiap individu cenderung mengevaluasi diri sendiri, tidak lagi mencari kambing hitam dan menyalahkan orang lain, karena mereka yakin bahwa setiap kesalahan bersumber dari diri sendiri
- suasana menjadi nyaman, karena semua perilaku menjadi apa adanya, tidak ditutup-tutupi. Hati, pikiran, dan perilaku samasemua orang menjadi bergantung kepada Allah, sehingga tidak ada sikap sombong dan bergantung kepada selain Allah.
Semua hal dilakukan semata hanya karena Allah, dan menjadi ibadah. Adanya pesaing tidak lantas membuat hati menjadi resah dan gelisah, karena dengan adanya pesaing membuat semangat menjadi berkobar dan berlomba-lomba untuk menyempurnakan ibadah dan ikhtiar. Fastabiqul khairat.
Sesi II
Pemateri: Ustadz Shalahudin
Materi: Macam keluarga menurut Al Quran
Ringkasan Materi:
Salah satu usaha untuk membersihkan hati adalah dengan memperhatikan lingkungan. Lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku kita.
“Perumpamaan bergaul dengan teman yang baik dengan teman yang jahat adalah seperti bergaul dengan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapaun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau akan membelinya atau tidak membelinya, engkau pasti akan mendapatkan baunya yang harum , sementara pandai besi ia akan membakar bajumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak harum. “ ( HR. Bukhari Muslim )Keluarga juga mempunyai peranan yang sangat besar terhadap diri kita, masyarakat dan negara. Dalam Al-Quran keluarga dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
- Model keluarga Nabi Nuh dan Luth : Suami taat, istri durhaka
- Model keluarga Firaun : Suami durhaka, istri taat
- Model keluarga Imran : Ini adalah keluarga ideal, suami dan istri taat kepada Allah, sehingga beroleh keturunan yang sholeh dan sholehah
- Model keluarga Abu Lahab : Suami dan istri durhaka kepada Allah
"Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka) "(QS. At-Tahrim: 10)
"Dan Allah membuat isteri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata:" Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim" (QS. At-Tahrim: 11)
"Dan (ingatlah) Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat." (QS. At-Tahrim: 12)
"Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.(QS. Al-Lahab: 1-5)
Rasulullah telah bersabda : ”Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena kecantikannya, karena nasabnya, karenaagamanya. Maka pilihlah alasan menikahinya karena agamanya. Kalau tidak maka rugilah engkau”
Wallaahu a’lam bish-shawaab
Labels: Abdullah Gymnastiar, Shalahudin View Comments
Saturday, March 6, 2010
MQ Pagi 06 Maret 2010
at 1:19 AM Saturday, March 6, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Berhati-hatilah dengan pujian bag.2
Ringkasan Materi:
Salah satu yang membuat GR dan ketagihan adalah diperlakukan spesial. Hadirnya pangkat/jabatan akan membuat kita diperlakukan spesial, disetiap acara, kedatangan kita selalu dipersiapkan, semua hal diatur dengan begitu detailnya, hanya untuk menyambut kita, ini nikmat sekali. Kalau hal ini tidak disikapi dengan hati-hati, maka bisa membuat kita ketagihan dan mabok pujian.
Kebiasaan menikmati pujian dan perlakuan spesial yang terlalu sering bisa membuat kita merasa spesial dan menjadi cenderung menyalahkan orang lain, inilah salah satu faktor yang membuat hati membatu, karena kita tidak proporsional menilai diri sendiri.
Salah satu cara agar kita tidak gampang terlena dengan berbagai pujian, adalah dengan memeriksa diri ini, sudah pantaskah kita dipuji? apakah pujian itu cocok dengan diri kita yang sesungguhnya? Mulailah jujur dalam menilai diri sendiri.
Dari proses ini, kita akan sadar bahwa masih banyak aib yang sesungguhnya belum nampak, masih disembunyikan oleh Allah. Kalau sudah jujur, tidak akan ada lagi niatan ingin dipuji, jika ada pujian datang, kita akan segera dengan mudah dan mantap mengembalikan pujian itu kepada Allah, pemilik segala pujian yang ada. Bahkan, saat dicela pun, kita dapat menghadapinya dengan tenang, karena yang dicela hanyalah salah satu dari sekian banyak aib yang masih ditutupi oleh Allah.
Sesi II
Pemateri: Ustad Shalahudin
Materi: Pendidikan
Ringkasan materi:
Salah satu sebab tertutupnya hati adalah riya' (ingin dilihat oleh orang lain). Penyakit ini hanya bisa dilihat dan dideteksi oleh orang yang bersangkutan dan Allah. Kondisi hati seperti ini juga tidak mudah untuk dilihat, memerlukan ilmu pengetahuan untuk melihatnya. Bagaimana caranya mendapatkan ilmu pengetahuan? salah satunya adalah dengan tarbiyah (pendidikan)
Dalam hal ini, proses pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu :
Sebagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Berhati-hatilah dengan pujian bag.2
Ringkasan Materi:
Salah satu yang membuat GR dan ketagihan adalah diperlakukan spesial. Hadirnya pangkat/jabatan akan membuat kita diperlakukan spesial, disetiap acara, kedatangan kita selalu dipersiapkan, semua hal diatur dengan begitu detailnya, hanya untuk menyambut kita, ini nikmat sekali. Kalau hal ini tidak disikapi dengan hati-hati, maka bisa membuat kita ketagihan dan mabok pujian.
Kebiasaan menikmati pujian dan perlakuan spesial yang terlalu sering bisa membuat kita merasa spesial dan menjadi cenderung menyalahkan orang lain, inilah salah satu faktor yang membuat hati membatu, karena kita tidak proporsional menilai diri sendiri.
Salah satu cara agar kita tidak gampang terlena dengan berbagai pujian, adalah dengan memeriksa diri ini, sudah pantaskah kita dipuji? apakah pujian itu cocok dengan diri kita yang sesungguhnya? Mulailah jujur dalam menilai diri sendiri.
Dari proses ini, kita akan sadar bahwa masih banyak aib yang sesungguhnya belum nampak, masih disembunyikan oleh Allah. Kalau sudah jujur, tidak akan ada lagi niatan ingin dipuji, jika ada pujian datang, kita akan segera dengan mudah dan mantap mengembalikan pujian itu kepada Allah, pemilik segala pujian yang ada. Bahkan, saat dicela pun, kita dapat menghadapinya dengan tenang, karena yang dicela hanyalah salah satu dari sekian banyak aib yang masih ditutupi oleh Allah.
Sesi II
Pemateri: Ustad Shalahudin
Materi: Pendidikan
Ringkasan materi:
Salah satu sebab tertutupnya hati adalah riya' (ingin dilihat oleh orang lain). Penyakit ini hanya bisa dilihat dan dideteksi oleh orang yang bersangkutan dan Allah. Kondisi hati seperti ini juga tidak mudah untuk dilihat, memerlukan ilmu pengetahuan untuk melihatnya. Bagaimana caranya mendapatkan ilmu pengetahuan? salah satunya adalah dengan tarbiyah (pendidikan)
Dalam hal ini, proses pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu :
- Aspek Kognitif (Proses Berpikir)
- Aspek Afektif (Berperilaku/Bersikap)
- Aspek Psikomotor (Ketrampilan)
- Aliran Nativisme Aliran Nativisme ini menekankan kemampuan dalam diri anak hasil perkembangan anak ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak kelahiran. Lingkungan kurang berpengaruh terhadap dan pendidikan anak.
- Aliran Empirisme Aliran Empirisme ini mementingkan stimulsi eksternal dalam perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak dipentingkan.
- Aliran Konvergensi Aliran Konvergensi ini menyatakan bahwa baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama sama mempunyai peranan sangat penting. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai untuk perkembangan anak itu.
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."Allah pun juga mengancam seseorang yang memiliki potensi itu tetapi tidak berusaha mendapatkan ilmu.
Sebagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al Araaf: 179)Dimasukkan dalam neraka
"Dan mereka berkata:" Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala" (QS. Al Mulk: 10)Lingkungan memiliki peranan penting dalam proses pendidikan dan pertumbuhan karakter.
“Perumpamaan bergaul dengan teman yang baik dengan teman yang jahat adalah seperti bergaul dengan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau akan membelinya atau tidak membelinya, engkau pasti akan mendapatkan baunya yang harum , sementara pandai besi ia akan membakar bajumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak harum. “ (HR. Bukhari Muslim)Wallaahu a’lam bish-shawaab
"Semua anak dilahirkan disertai kecenderungan kepada agama fitrah (Islam). Lalu ibu bapaknyalah yang menyebabkan anak menjadi Yahudi, Nasarani atau Majusi." (HR. Bukhari Muslim)
“Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat dengan siapa dia bergaul.”(HR. Ahmad)
Labels: Abdullah Gymnastiar, Shalahudin View Comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
