Live Streaming Aa' gym di USTREAM

Cek terus halaman ini untuk melihat ceramah aa' secara live via ustream. Jadwal live streaming - menyusul, atau kunjungi http://www.ustream.tv/channel/aagym-dt untuk melihat rekamannya.

Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib

Live video chat by Ustream
Showing posts with label Edi Abu Marwa. Show all posts
Showing posts with label Edi Abu Marwa. Show all posts

Tuesday, April 27, 2010

MQ Pagi 27 April 2010

Tuesday, April 27, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Ujian Nasional

Ringkasan Materi:
Hari kemarin, salah satu episode hidup adalah pengumuman kelulusan. Banyak yang menyangka, ujian ini hanyalah kepada murid, padahal episode ini kena ke murid, guru, orang tua dan keluarganya. Banyak yang menyangka, ujian itu cuman soal menjawab pertanyaan saja, padahal ada yang lain, diantaranya: ujian kejujuran, ketawadhuan, dan kesombongan.

Jadi, ujian nasional sebaiknya tidak diukur hanya dari kepentingan pribadi dan negara, tetapi juga dari kepentingan iman. Karena memang rata-rata orang menghadapi ujian ini, bagi yang ditakdirkan lulus, hati-hati, karena itu belum selesai. Sebab, bila muncul perasaan bangga karena merasa kelulusan ini terjadi atas usaha dia semata adalah tanda bahwa tidak lulus ujian kesombongan.

Kelulusan bukanlah tanda kemuliaan dan kehebatan, apalagi sebab masuk surga. Ini adalah ujian hidup semata, sikapi dengan tawadhu. Jangan juga lupakan prosesnya, berterima kasihlah kepada orang-orang yang telah membantu kita untuk bisa melewati episode ini dengan baik. Tafakuri kejadian ini apakah kita lulus benar-benar dengan jujur? kalau memang dirasa ada beberapa hal yang nyontek, segera bertaubat, dan jangan pernah diulangi lagi.

Bagi yang tidak lulus, ini adalah takdir, yang bisa jadi takdir ini diundang karena kelalaian dan kemalasan. Atau bagi yang sudah sungguh-sungguh belajar Allah memberi ujian ketidaklulusan seperti ini. Jangan panik, jangan dengki. Bagi orang tua juga demikan, jangan sampai menekan anak dan menyalahkan orang lain karena ketidaklulusan ini.

Sesi II
Pemateri: Ustadz Edi Abu Marwa
Materi: Hadapi dengan sabar dan sholat

Ringkasan Materi:
Tadi Aa' menyampaikan tentang ujian nasional. Mudah-mudahan mereka yang menjalani diberikan yang terbaik oleh Allah swt. Hidup memang penuh dengan ujian.
Allah berfirman: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al Baqarah: 155-157)
Maka dari itu hadapi ujian yang ada dengan sabar dan sholat, karena ini adalah penyebab dari datangnya petunjuk Allah.

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Monday, April 26, 2010

MQ Pagi 26 April 2010

Monday, April 26, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Hikmah dibalik sakit

Ringkasan Materi:
Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit atau sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Berfirman Allah Ta’ala: Apabila Aku menimpakan bala ke atas hamba-Ku yang mu’min, lalu ia bersabar (atas penderitaan itu), tiada ia mengadu atau mengeluh kepada pengunjung-pengunjungnya, niscaya akan Aku lepaskan dia dari tahanan-Ku (penderitaan itu), kemudian Aku tukarkan dagingnya dengan daging yang lebih baik, dan darahnya dengan darah yang lebih baik, sehingga ia dapat bekerja semula (yakni: setelah semua dosa dan kesalahan yang lalu Allah ampunkan semuanya)”. (HR. Al Hakim)
Segala sesuatu adalah milik Allah dan DIA bebas melakukan apapun terhadap segala sesuatu. Allah sangat berhak melakukan apapun terhadap makhluknya tanpa perlu dipertanyakan sebab-sebabnya. Allah Maha Tahu, Maha Memiliki, Maha Bijak. Jadi, apabila suatu saat kita menderita sakit, kita tidak berhak

menanyakan kenapa Allah memberi kita sakit? Paling yang bisa kita tanyakan adalah "Dosa apa yang telah kita lakukan, sehingga menggundang keburukan bagi saya". Terlepas apakah kita sakit karena dosa atau bukan, tapi alangkah lebih baik jika sakit itu dipakai untuk memeriksa dosa-dosa kita. Pasti ada hikmahnya.

Segala sesuatu telah diukur, sakit dan perih yang kita rasakan pasti ada batasnya, karena Allah yang menciptakan rasa sakit dan tahu batas kemampuan kita, Allah tidak pernah dzolim kepada kita. Kenapa Allah menciptakan sakit? kita tidak tahu. Tetapi bagaimana kita memanfaatkan sakit untuk mendekat kepada Allah, itu harus tahu. Sakit, harusnya dapat menjadi jalan untuk mengingat dosa kita, membuat hati lebih ber-empati, lebih lembut, dan bisa menjadi sarana pengugur dosa. Jadi, tidak usah berkeluh kesah kepada sesama makhluk yang tidak bisa membuat kita sembuh. Cukuplah hanya Allah.

Kalau memang syariatnya harus mengeluarkan uang untuk bisa sembuh, relakan saja, harta itu dipergilirkan, kalau memang sudah waktunya keluar. Keluarkan saja. Tidak usah disesali, toh rejeki sudah diatur. Ringan saja. Kalau memang sedang menjadi jalan untuk membantu orang lain yang sakit, bersyukurlah, karena kita telah dipilih untuk membantu. Bayangkan kalau kita yang sakit? sudah dapat sakit, mesti bayar. Kalau ada yang sedang sakit, jangan ditertawakan, karena Allah bisa akan membuat kita menderita sakit seperti itu. Mudah bagi Allah

Sesi II
Pemateri: Ustadz Edi Abu Marwa
Materi: Jangan putus asa dalam berdoa

Ringkasan Materi:
Semoga kesabaran dalam melaksanakan ujian yang ada membuat kita memperoleh ampunan dan ketinggian derajat dari Allah swt. Dalam kehidupan kita di dunia, banyak sekali hal-hal yang tidak cocok dengan keinginan kita, tetapi itu belum tentu keburukan. Disaat kita memohon meminta kebaikan, mungkin yang terjadi adalah sebaliknya - kita malah tertimpa musibah. Apakah ini tanda bahwa doa kita tidak diijabah? Tidak, musibah bukanlah tanda bahwa doa kita diijabah atau tidak. Boleh jadi Allah sedang menyiapkan sesuatu yang terbaik bagi kita, sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita doakan.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah: 216)
Ibnu Athaillah dalam Al Hikam berpesan "Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan, janganlah membuatmu berpatah harapan. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau ingini"

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Monday, April 19, 2010

MQ Pagi 20 April 2010

Monday, April 19, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Memahami orang lain

Ringkasan Materi:
Betapa suasana hati kita salah satu yang membuat tidak nyaman adalah sikap orang lain. Ketika bergaul, respon manusia sangat mempengaruhi suasana hati kita, pada umumnya kita sangat senang kalau respon mereka positif, menghargai, menghormati, memuji, dan mengatakan hal-hal yang baik. Pokoknya kita ingin seseorang bersikap seperti keinginan kita, dan kita kecewa, sedih, marah kalau sikap mereka tidak sesuai dengan keinginan kita. Sayangnya orang lain itu unik, punya pikiran, pengalaman, latar belakang, usia, bakat, dan sudut pandang sendiri. Jadi akan sangat berat jika kita ingin orang lain bersikap sesuai dengan keinginan kita.

Kita harus bisa memaklumi keadaan orang lain yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, memaklumi bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain, merendahkan orang lain, dan membiarkan kesalahan itu ada(kalau kesalahan itu memang ada). Mari kita belajar untuk memaklumi dan memahami orang lain, dengan tulus. Insya Allah akan membuat hati menjadi lebih tenang.

Selanjutnya, dalam surat Qaaf kemarin kita belajar tentang bagaimana mendidik anak supaya mengetahui bahwa tidak ada yang luput dan tersembunyi dari Allah - dimana pun, ini penting. Karena, kalau anak dibuat berbuat karena takut kepada orang tua, tauhid anak tidak akan bagus dan akan merasa bebas kalau jauh dari orang tua. Kita harus didik anak agar mengetahui bahwa segala sesuatu yang dilakukan diawasi dan pasti dibalas, tidak akan meleset, walaupun orang tua tidak tahu. Inilah pelajaran yang diberikan Luqman kepada anaknya, bahwa mereka harus waspada, karena setiap perbuatan disaksikan oleh Allah. Dan, harus disadari bahwa sebelum memperbaiki anak, kita sebagai orang tua juga mesti memperbaiki diri, supaya perkataan kita menjadi mantap dan memiliki tenaga.
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkanoleh hatinya, dan Kami lebih kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaaf: 16-18)
Sesi II
Pemateri: Ustadz Edi Abu Marwa
Materi: Syarat memperoleh kenikmatan dari Allah

Ringkasan Materi:
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari yang besar (Kiamat)." (QS. Hud: 3)
Menurut ayat di atas, kalau yang kita inginkan kenikmatan (harta dunia), Allah mempersyaratkan begitu mudah untuk mendapatkannya yaitu dengan memohon ampun dan bertaubat kepadaNYA. Firman Allah yang seperti ini tidak hanya ada satu atau dua ayat, karena kalau Allah berbicara tentang istighfar dan taubat maka Allah akan memberikan kepada kita sesuatu yang selama ini kita usahakan secara mati-matian selama hidup dunia. Terkadang, dunia itu seperti bayang-bayang, kita kejar dia lari, kita diam dia berhenti. Bekerja memang penting, karena itu merupakan bagian dari amal sholeh dan jihad. Tetapi, usaha batiniah ini juga perlu diperhatikan karena ini adalah pembuka jalan bagi rejeki yang selama ini kita mati-matian mengejarnya.
Dan (dia berkata): "Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS. Hud: 52)

"maka aku katakan kepada mereka:" Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS Nuh: 10-12)
Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Monday, March 8, 2010

MQ Pagi 09 Maret 2010

Monday, March 8, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Memakmurkan masjid dalam arti sebenarnya

Ringkasan Materi:
Oleh Allah kita ditakdirkan hidup di Indonesia, negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Kemarin, waktu mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Singapura, terlihat dengan jelas kegigihan umat disana dalam berislam. Padahal, umat islam disana tergolong minoritas, hanya 15% dari total penduduk Singapura. Kota di Singapura terlihat sangat bersih, rapi, dan tertata, untuk naik taxi ataupun bus kita diharuskan antri dengan tertib. Masjid dan madrasahnya pun bersih dan tertata, sangat nyaman.

Padahal, biaya hidup disana juga tidak murah. Bagaimana bisa? darimana biayanya? hal ini terjadi karena kecintaan mereka pada segala sesuatu yang berkaitan dengan islam.

Hal seperti ini sulit ditemui di Indonesia. Bahkan, kata beberapa orang, (karena bau) untuk mencari tempat wudhu kita tidak usah menggunakan mata, cukup dengan mencium baunya saja sudah terdeteksi. Saat ini, masjid sudah semestinya dapat dikelola secara professional, sehingga jamaah dapat memperoleh manfaat, tidak hanya dalam hal beribadah kepada Allah saja tetapi juga dalam hubungannya dengan alam.

Masjid diharapkan dapat menjadi contoh yang benar, mulai dari kebiasaan bersuci, melakukan segala sesuatu dengan tepat waktu, dan segala hal yang berhubungan dengan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Kalau untuk bisa bekerja di hotel saja harus bersekolah dahulu, kenapa di masjid tidak? Sudah saatnya masjid mempunyai standarisasi SDM, sehingga masjid ini bisa menjadi tempat yang luar biasa bagi jamaahnya. Imam, muadzin dan marbot harusnya sudah dibekali berbagai ilmu guna memberdayakan masjid dan para jamaah yang berkunjung kesana.

Bagi para jamaah juga begitu, semestinya sudah tidak lagi berat dalam menyisihkan rejekinya untuk memakmurkan masjid. Memakmurkan masjid bukan melulu soal sholat berjamaah, tetapi juga bagaimana sebuah masjid bisa menjadi tempat memberdayakan umat, sehingga mampu menjadi mahkluk mulia.

Sesi II
Pemateri: Ustadz Edi Abu Marwa
Materi: Kematian

Ringkasan Materi:
Beberapa saat lalu rekan saya meninggal dunia. Kematian adalah sebuah kebenaran yang sering dinistakan manusia. kematian adalah sesuatu yang pasti tapi didustakan, karena perilakunya menunjukka bahwa dia seolah-olah meragukan datangnya kematian. Bukankah Al-Quran menyatakan bahwa,
"Setiap jiwa akan merasakan kematian?" (QS. Ali'Imran: 183)
Dengan men-tafakuri kejadian ini ada beberapa hal yang bisa diperoleh, antara lain:
  • bahwa kematian itu akan datang tiba-tiba
  • waktu kematian tidak dapat dimajukan atau dimundurkan
  • jika kematian datang, niscaya kita akan merasakan sakit yang luar biasa.
Hasan bin Ali pernah mendengar sabda Nabi yang mulia yang mengatakan padanya bahwa "pedihnya kematian setara dengan luka-luka tiga ratus tusukan pedang". Bayangkan, kalau kita sedang tertusuk duri, pasti sakit, karena ditubuh kita masih terdapat ruh. Padahal, itu cuma sebagian kecil dari anggota tubuh, bagaimana rasanya bila ruh dicabut? yang notabene berada diseluruh bagian tubuh? Kalau dicabut secara pelan saja sakit, bagaimana kalau dicabut secara paksa?

Janganlah bertingkah seperti kambing kurban, yang bersikap acuh terhadap kematian temannya, padahal pada gilirannya nanti dia juga akan ikut disembelih.

Wallaahu a’lam bish-shawaab

View Comments

Monday, March 1, 2010

MQ Pagi 02 Maret 2010

Monday, March 1, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Sakit

Ringkasan Materi:
Kesehatan adalah salah satu nikmat Allah yang berharga. Semua orang pasti berharap hidupnya selalu sehat. Namun jika sakit menghampiri, kita harus bisa menerimanya dengan ikhlas, kalau memang harus mengeluarkan uang untuk membeli obat atau biaya dokter ya keluarkan, sing ridho, karena ridho gak ridho tetap harus bayar. Allah Maha Tahu segala sesuatu tentang kita tidak mungkin memberikan ujian melebihi batas kemampuan kita.

Ada beberapa hikmah yang bisa didapat dari sakit yang kita derita, antara lain:

  1. Sebagai pengugur dosa
  2. “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”(HR. Bukhari dan Muslim)

    “Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya” (HR. Bukhari)

    “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya” (HR. Muslim)
    Sakit akan terasa semakin berat jika kita hanya teringat pada dunia, kembalikanlah semuanya kepada Allah, karena semua hal adalah titipan saja.

  3. Membuat kita melihat ilmu Allah
  4. Kemarin, saya melihat USG jantung. Subhanallah, ternyata jantung ini terus menerus berdenyut mulai dari kita terlahir ke dunia sampai sekarang, tanpa kita tahu. Jantung terus bekerja siang dan malam secara otomatis, memompa darah keseluruh tubuh. Siapa yang mengurus semua ini? Apakah diri kita? Ah, bahkan kita tidak tahu ilmunya, kita mah hanya terima jadi, tinggal pakai. Allah lah yang mengurus diri ini, dengan sempurna.
    "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS. Qaff: 16)
    Sayangnya, hati kita seringkali terhijab. Disaat kita melihat sebuah robot yang canggih dan lukisan yang indah, kita pasti akan segera memuji pembuatnya, Tapi, ketika kita melihat bayi dan pemandangan alam? ingatkah kita pada Allah?
Sayang sekali kalau episode sakit ini hanya dibuat untuk mengeluh hanya karena mahalnya biaya dan sulitnya pengobatan, tapi tidak lantas mendekatkan kita kepada Allah. Jadikan sakit sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri ke Allah, arungilah episode ini sebagai sarana penggugur dosa, bertobat, dan lebih bersyukur atas nikmat Allah yang lain.

Tapi jangan lantas menilai seseorang yang sakit karena dia banyak dosa, tidak boleh.

Sadari bahwa nikmat Allah sangat banyak, dengan begitu kita akan lebih bersyukur dan tidak terlalu mengeluhkan ujian yang cuman sedikit ini. Maka, nikmat Allah manalagi yang hendak kamu dustakan? (QS. Ar Rahman)

Sesi II
Pemateri: Ustadz Edi Abu Marwa
Materi: Tanda kekuasaan Allah

Ringkasan Materi:
"Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz Dzaariyaat: 20-21)
Kalau kita lihat, begitu banyak tanda kebesaran Allah. Lihatlah berjuta-juta planet di luar angkasa, bandingkan dengan bumi. Bumi akan nampak seperti titik diantara jutaan planet di alam semesta. Sedangkan didalam diri kita?

Menyandur dari detik.com, tubuh manusia terdiri dari 100 miliar sel yang dirancang untuk menunjang fungsi masing-masing organ, sedangkan darah memiliki jalur kerja yang panjang, karena ada sekitar 60.000 mil (96.540 km) pembuluh darah dalam tubuh manusia. Dan jantung bekerja keras untuk memompa sekitar 2.000 galon darah setiap harinya ke semua pembuluh darah. Siapakah yang merancang sistem yang begitu kompleks ini dengan sempurna? Jawabnya cuma satu, Allah.

Mari, jadikan segala sesuatu yang kita pelajari membuat kita lebih mendekat kepada Allah, mengenal dan memujiNYA dengan penuh khidmat. Tidak lagi bertasbih dan bertahmid dengan seenak kita sendiri, bertasbih dan bertahmidlah seperti malaikat yang telah menyaksikan ke Maha Besar dan ke Maha Sempurna-an Allah.
"(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala," (QS. Al Mu'min: 7)
Wallaahu a’lam bish-shawaab

View Comments