Live Streaming Aa' gym di USTREAM

Cek terus halaman ini untuk melihat ceramah aa' secara live via ustream. Jadwal live streaming - menyusul, atau kunjungi http://www.ustream.tv/channel/aagym-dt untuk melihat rekamannya.

Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib

Live video chat by Ustream
Showing posts with label Erika Suryani Dewi. Show all posts
Showing posts with label Erika Suryani Dewi. Show all posts

Tuesday, June 21, 2011

MQ Pagi 22 Juni 2011

Tuesday, June 21, 2011
Pemateri: Ustadzah Erika Suryani Dewi
Materi: Sholat adalah kebutuhan

Ringkasan Materi:
Dalam bulan Rajab ini Rasul saw mengalami peristiwa isra mi'raj. Dalam perjalanan ini Rasul saw mendapat perintah sholat 5(lima) waktu. Sholat adalah sebuah kebutuhan yang dibutuhkan manusia, dunia telah didesain sebagai tempat untuk menguji para hambaNya, dan melalui sholatlah para hamba mampu bertahan menghadapi ujian demi ujian yang Alloh berikan.

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah: 153)

Sholat adalah doa, sebuah jalan yang mampu menghubungkan kita dengan Sang Pencipta.

materi audio: download disini

View Comments

Wednesday, October 27, 2010

MQ Pagi 27 Oktober 2010

Wednesday, October 27, 2010
Pemateri: Ustadzah Erika Suryani Dewi
Materi: Pentingnya taubat dan taqwa

Ringkasan Materi:
Banyak Cobaan dan ujian dari Allah yang ada pada saat ini, seperti kejadian gempa di mantawai, gunung merapi meletus, semua becana yang terjadi merupakan teguran dari Allah agar kita senantiasa mengingat Allah dan kembali kepada Allah, maka dari itu kita harus taubatan nasuha.

Taubatan nasuha yaitu, taubat yang sesungguhnya, taubat yang sebenar-benarnya , taubat yang tidak akan mengulangi perbuatan-perbuatan maksiat lagi.

Terkadang kita tidak menyadari berbuat maksiat dengan santainya kita berbuat maksiat sehingga kita tidak merasakan bahwa Allah maha memantau, dan kita merasa aman dari pantauan Allah dan kita tidak menyadari bahwasanya Allah bisa mendatangkan bencana , teguran ataupun musibah.

Oleh karna itu kita sebagai manusia yang lemah dan tak lepas dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan maka bertaubatlah, sesungguh Allah maha menerima taubat dan Allah SWT tidak menyia2kan orang – orang yang beriman dan bertakwa bahkan dilindungi dan disayangi oleh Allah SWT(dicopas dari sini)

wallahu alam

materi audio: download disini

View Comments

Wednesday, October 13, 2010

MQ Pagi 13 Oktober 2010

Wednesday, October 13, 2010
Pemateri: Ustadzah Erika Suryani Dewi, Lc
Materi: Khusnul muamalah

Ringkasan Materi:
Saat ini kita telah berada di bulan Zulqa'dah, salah satu bulan yang disucikan Allah SWT. Dalam bulan suci ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak Khusnul Muamalah (interaksi yang baik) mengingat dalam kehidupan ini selalu dipenuhi dengan interaksi dengan berbagai kalangan. Akhlaq yang baik merupakan cermin baiknya keimanan seorang mukmin karena agama Islam berdasarkan pada interaksi baik interaksi dengan Allah (hablumminallah) maupun interaksi dengan manusia (hablumminannas).

Interaksi ini harus dilandasi dengan keikhlasan agar dapat mencapai tingkatan yang disebut Al Ihsan, yaitu suatu derajat yang menunjukkan tingkat keikhlasan beribadah kepada Allah bahwa seorang hamba beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguh-Nya Dia melihatmu.

Dalam rangka meningkatkan dan memperbanyak khusnul muamalah ini, kita perlu memperhatikan beberapa sikap yang mungkin jarang kita cermati.

1. Menepati janji
Sebagaimana firman Allah SWT:
"Wahai orang orang yang beriman, penuhilah janji-janjimu" (QS. Al Maidah : 1).
Janji disini tidak hanya janji kepada sesama manusia namun juga janji setia setiap mukmin kepada Allah untuk melaksanakan semua peirntah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

2. Menghormati tetangga
Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa baiknya amalan shalat, puasa dan shadaqah tidak dapat menjamin seseorang masuk surga ketika akhlaqnya buruk pada tetangganya.

3. Memenuhi hak orang tua dan anak
Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim bahwa seorang anak diwajibkan berbuat baik kepada orang tuanya, terutama kepada ibunya. Bahkan kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar dari pada kepada bapak. Orang tua juga wajib berbuat adil kepada anak-anaknya bahkan dalam hal pemberian sekalipun yang sering kita anggap sepele.

4. Berbuat baik dalam rumah tangga
Dalam kehidupan rumah tangga, suami istri harus dapat menjaga dan memenuhi hak-hak pasangannya masing-masing. Rasullulah bersabda,
“Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik! Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!”
5. Memenuhi hak atas diri sendiri
Sebagai mukmin, setiap pagi kita diwajibkan untuk menyedekahi 360 titik persendian tubuh kita. Shadaqah disini tidak hanya berupa materi namun dapat berupa non materi seperti shalat Dhuha, membantu orang lain, mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah (dzikir), langkah-langkah menuju masjid, atau menyingkirkan duri atau benda-benda berbahaya dari jalan.
Mulai saat ini, mari terapkan khusnul muamalah dalam kehidupan ini. Kita jauhi sifat-sifat kikir, dengki, rakus dan zalim yang terbukti telah sukses menghancurkan umat-umat sebelumnya. Sabda Rasulullah SAW,
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq mulia.” (HR. Malik)
Semoga Allah SWT memudahkan langkah-langkah kita dalam ketaatan kepada-Nya dan mewarisi akhlaq yang baik dalam berinteraksi dengan sesama manusia terlebih dalam berinteraksi dengan Allah, karena kebersihan dan kemurnian iman tercermin dari akhlaq yang mulia. Amiin.(dicopas dari sini)

wallahu alam

materi audio: download disini

View Comments

Thursday, October 7, 2010

MQ Pagi 06 Oktober 2010

Thursday, October 7, 2010
Pemateri: Erika Suryani Dewi, Lc
Materi: Menyongsong penjagaan Allah

Ringkasan Materi:
Kehidupan akan kita lalui dari ujian ke ujian. Termasuk di dalamnya adalah keluarga kita sendiri. Pasangan dan anak-anak kita merupakan ujian tersendiri.Khususnya kehidupan anak-anak kita, pergaulan bebas, internet, narkoba dan pornografi menjadi ancaman bagi perkembangannya. Itu adalah ujian buat kita, mampukah kita memberi pendidikan yang memadai sekaligus memberikan penjagaan buat mereka.

Sepertinya memang berat sekali tugas kita menjaga keluarga, mengingat keterbatasan diri kita dan besarnya ancaman eksternal. Tapi, kita tidak perlu pesimis. Allah telah mengajarkan melalui Rasulnya bahwa jika kita "menjaga Allah" maka "Allah akan Menjaga". Resep kehidupan yang luar biasa. Pertanyaannya sudahkah kita menjaga Allah? Sudahkah shalat kita sempurnakan? Adakah amalan yang bisa kita banggakan di hadapan Allah? Sudahkah kita membela kepentingan Allah di bumi ini?

Mari kita lipatkan motivasi kita untuk "menjaga Allah", karena kalau sudah demikian perlindungan Allah yang sangat sempurna dan penjagaanNya yang tiada cacat akan selalu menyertai kita dan keluarga.(dicopas dari sini)

wallahu alam

materi audio: download disini


View Comments

Wednesday, September 22, 2010

MQ Pagi 22 September 2010

Wednesday, September 22, 2010
Pemateri: Ustadzah Erica Suryani Dewi, Lc
Materi: menjaga fitrah setelah ramadhan


Ringkasan Materi:
Ibadah Ramadhan yang telah kita lakukan baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah sesungguhnya bertujuan untuk mengembalikan fitrah kita. Bukanlah hal yang mudah untuk mengembalikan fitrah, seperti dalam hadits Rasulullah SAW yang intinya bahwa tidaklah kembali menjadi putih atau fitrah, jika ibadah puasa kita hanya menahan lapar dan haus. Dalam Q.S Ar-Ruum (30) ayat 30 yang berbunyi:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
Dari ayat tersebut dikatakan bahwa fitrah adalah anugrah dan manusia dimuliakan karena diberikan fitrah yang suci dan fitrah tidak tergantikan oleh apa pun. Kebersihan tauhid dan akidah adalah fitrah yang murni, tidak boleh dicemari oleh kesesatan dan tidak keluar juga dari jalan lurus yang kita tempuh. Dan sesungguhnya di dalam fitrah ini, Allah melimpahkan Rahman dan Rahim-Nya.

Agar selalu kita terjaga dalam fitrah-Nya, maka ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu:
  • Menjaga lingkungan
Lingkungan adalah godaan utama dan Rasulullah pun mengingatkan kita untuk menjaga peran teman dan sahabat. Untuk itu maka pandai-pandailah kita memilih teman dekat, sahabat dan lingkungan kita.
  • Ikhlas dan ridho mengembalikan segalanya kepada Allah
Allah akan ridho kepada orang yang ikhlas, tidak menawar dan tidak menimbang-nimbang lagi akan ketetapan Allah.
Semoga di 11 bulan setelah Ramadhan ini kita bisa menjaga fitrah dengan selalu menyadari apa yang kita dengar dan kita lihat.(dicopas dari disini)

Wallahu alam

materi audio : download disini

View Comments

Wednesday, August 25, 2010

MQ Pagi 25 Agustus 2010

Wednesday, August 25, 2010
Pemateri: Ustadzah Erika Suryani Dewi Lc
Materi: Kekuatan sedekah yang ikhlas

Ringkasan Materi:
Ramadhan telah memasuki pertengahan. Di sepuluh hari kedua ini, mari kita semua meningkatkan fokus kita atas ibadah-ibadah yang kita perjuangkan, mulai dari puasa, shalat, sedekah, juga tilawah Quran. Kita tingkatkan fokus agar ibadah yang kita lakukan benar-benar ikhlas, semata-mata untuk mengejar ridha Allah SWT.

Berikut sebuah kisah tentang zakat yang dilakukan semata-mata untuk keridhaan Allah ...

Ada seorang shaleh di masa tabi'in dulu yang sedang melakukan perjalanan. Dalam perjalanan itu, dia berniat membagikan zakatnya kepada orang-orang yang berhak (mustahik) yang ditemuinya. Maka bertemulah dia dengan orang pertama, seorang gelandangan yang tampak lusuh tidak terurus. Diberikanlah sebagian zakat tersebut untuk gelandangan tersebut. Tak lama kemudian, dia bertemu dengan orang kedua, seorang wanita yang juga tampak seperti gelandangan, lusuh dalam keadaan kepayahan. Derikanlah sebagian zakat itu untuknya. Tak lama kemudian, dia bertemu lagi dengan orang ketiga, seorang musafir yang tersesat, kebingungan jalan dan tampak kehabisan bekal. Maka diberikanlah sebagian zakat untuknya.

Tak berapa lama, ada seorang yang memberitahu orang shaleh tersebut, bahwa zakatnya salah sasaran. Orang pertama tadi sebenarnya adalah seorang pembunuh, orang kedua adalah seorang pezina, dan orang ketiga adalah seorang kaya yang bakhil. Mengetahui hal tersebut, si orang shaleh merasa menyesal, tetapi tidak berbuat apa-apa karena zakat itu telah tersalurkan, hanya kepada Allah sajalah dia menyerahkan segalanya, karena Allah Maha Tahu segala niat dan isi hati, dan Allah pula-lah yang menguasai kejadian.

Singkat cerita, keajaiban terjadi. Ketiga orang yang tadi menerima merasakan gejolak dalam hatinya. Si pembunuh tersentuh, ternyata masih ada kasih sayang orang lain yang bisa dia rasakan. Si pezina merasa kebaikan yang ternyata tidak pandang bulu. Lalu si bakhil malu dengan kekikirannya selama ini. Mereka pun bertaubat ...

Subhanallah. Ternyata benar, sedekah yang penuh ikhlas semata untuk keridhaan Allah tidak hanya membersih harta dan jiwa orang yang memberikan, tetapi juga dapat tembus jiwa orang yang menerimanya sehingga turut pula menjadi bersih ...(dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Friday, August 13, 2010

MQ Pagi 11 Agustus 2010

Friday, August 13, 2010
Pemateri: Ustdz. Erika Suryani Dewi, LC
Materi: Marhaban ya Ramadhan

Ringkasan Materi:
Bulan ramadhan tiap tahun memang selalu ada. Tetapi, antara ramadhan yang satu dengan ramadhan yang lain tidaklah sama. Jika kita dipertemukan kembali dengan bulan ramadhan, seharusnya kita mampu meningkatkan amal ibadah yang telah kita lakukan pada ramadhan sebelumnya. Begitupula sebaliknya, jika ada kesalahan yang pada ramadhan sebelumnya terlanjur kita lakukan, maka seyogyanya pada ramadhan kali ini kita bisa memperbaikinya. Kesempatan tidak akan terulang untuk kedua kali, kualitas ibadah kita juga dapat dipastikan tidak lagi sama.

Ada beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan saat melakukan puasa
  1. Bersahur dengan mengakhirkannya
  2. Berbuka dengan mendahulukannya
  3. Berdoa ketika berbuka
  4. Memberi makan orang berbuka
  5. Menjaga lidah dan anggota tubuh
  6. Meninggalkan nafsu/syahwat
  7. Memperbanyak shadaqah
  8. Menyibukkan diri dengan tilawah
  9. BerI'tikaf
Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Wednesday, July 28, 2010

MQ Pagi 28 Juli 2010

Wednesday, July 28, 2010
Pemateri: Ustadzah Erika Suryani Dewi Lc
Materi: Agungnya ramadhan dan berbagai manfaat puasa

Ringkasan Materi:
Kita sebagai umat Islam sepatutnya bergembira dan sematang mungkin mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Puasa merupakan ibadah yang khusus, seperti termaktub dalam salah satu hadist qudsi, yaitu yang didapatkan Rasulullah SAW langsung dari Allah SWT; “Tiap-tiap amalan hamba Allah langsung kembali kepada dirinya, kecuali shaum.” Puasa adalah ibadah yang khusus ditujukan bagi Sang Khalik, maka nilai puasa akan sesuai dengan kualitas puasa yang dilakukan kita sebagai hamba-Nya.


Puasa akan menjadi perisai bagi orang yang berpuasa dengan hati yang bersih dan ikhlas, serta cara yang benar. Puasa akan mempersempit aliran darah yang menjadi jalan masuk setan ke dalam diri kita. Selain itu, puasa merupakan solusi yang diberikan bagi orang-orang yang belum memiliki kesanggupan dan kelapangan untuk menikah agar terhindar dari hal-hal buruk. Q.S Al Baqarah : 183 menyebut salah satu makna berpuasa, yaitu untuk membentuk pribadi yang takwa.

Perlulah kita ingat kembali bahwa ketakwaan adalah derajat tertinggi seorang manusia di mata Allah.

Bagi hamba-hamba-Nya yang sholeh, hari-hari di bulan Ramadhan akan berlalu dengan sangat cepat. Kita seharusnya merasa khawatir jika ‘hanya’ berpuasa dan tidak menjadikan puasa itu sebagai wasilah (media) pengampun dosa-dosa kita yang telah lampau. Puasa bukan sekedar tidak makan dan minum, tetapi anggota tubuh kita juga harus dijaga dari hal-hal yang makruh dan munkar. Hendaknya kita juga menjadi pribadi yang dermawan dalam membantu orang lain karena berpuasa membuat kita merasakan perihnya saudara-saudara kita saat menahan lapar dan haus.

Bagi siapapun yang memiliki kebimbangan ataupun kegelisahan mengenai hal tertentu, bulan Ramadhan dapat dijadikan momen untuk lebih menggiatkan interaksi dengan Al Quran yang memiliki nama lain; Al Furqon (Pembeda) agar mendapat petunjuk yang mana hal yang benar dan yang bathil sehingga memberikan pencerahan mengenai jalan yang harus diambil.

Untuk mereka yang biasa menjalankan ibadah puasa, baik yang wajib saat Ramadhan maupun yang sunah, Allah menyediakan pintu khusus memasuki surgaNya kelak, yaitu pintu Al-Rayyan.

Jangan sampai ada seorang muslim yang tidak menjalankan ibadah puasa tanpa alasan yang syar’i karena jika meninggalkan puasa karena alasan yang dibuat-buat, sesungguhnya tidak akan tergantikan meskipun diqada di lain waktu. Bahkan untuk mereka yang mendapat keringanan seperti sedang dalam perjalanan, wanita hamil dan menyusui, dan lain-lain pun lebih baik untuk berpuasa. Dengan segala keagungan bulan Ramadhan dan manfaat puasa yang patut untuk kita kejar, mari lakukan persiapan seoptimal mungkin agar puasa kita nanti disenangi dan diterima oleh Allah SWT. Amin, insya Allah.(dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Wednesday, July 14, 2010

MQ Pagi 14 Juli 2010

Wednesday, July 14, 2010
Materi: Meredam kemarahan

Ringkasan Materi:
Sebagai seorang suami kita pasti pernah marah kepada istri, begitu juga sebaliknya. Sebagai seorang ayah atau ibu, kita juga pasti menemui sifat atau perbuatan anak yang membuat kita marah. Sebagai pimpinan mungkin kita juga tidak bisa menghidar dari keinginan memarahi anak buah. Marah memang sifat manusiawi, tetapi bukan sesuatu yang mustahil bagi kita untuk menghindarinya.

Sebagai seorang muslim yang baik, sudah seharusnya kita mencontoh suri tauladan kita, Rasulullah SAW dalam segala sisi kehidupan,termasuk dalam hal meredam kemarahan. Dari Abu Hurairah ra, bahwa seseorang berkata kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam: Berwasiatlah kepadaku. Beliau bersabda: Jangan menjadi seorang pemarah. Kemudian diulang-ulang beberapa kali. Dan beliau bersabda: Janganlah menjadi orang pemarah” (HR. Al Bukhari)

Sangat jelas pesan dari hadits di atas, bahwa Rasulullah tidak menginginkan umatnya mempunyai sifat pemarah. Jangan marah dengan urusan-urusan sepele dan duniawi, tetapi marahlah dengan alasan-alasan yang diperbolehkan oleh Allah dan RasulNya. Rasulullah marah ketika ada hak-hak manusia yang dilanggar oleh orang lain. Para nabi utusan Allah marah saat menyaksikan umatnya tidak mengikuti norma-norma hukum syari’at yang telah ditetapkan Allah. Seorang guru akan marah kepada murid-muridnya yang tidak patuh. Begitu juga para orang tua, mereka akan marah kepada anak-anaknya yang tidak berbakti, melalaikan ibadah, dst.

Kita dapat mencontoh Rasulullah dalam me-manage atau mengendalikan amarah, antara lain dengan:

1. Membaca Ta’awwudz.
Rasulullah bersabda “Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk” (HR. Bukhari Muslim).
2. Berwudlu.
Rasulullah bersabda “Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah” (HR. Abud Dawud).
3. Duduk.
Dalam sebuah hadist dikatakan “Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah” (HR. Abu Dawud).
4. Diam.
Dalam sebuah hadist dikatakan “Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah” (HR. Ahmad).
5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat.
Dalam sebuah hadist dikatakan “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. Tirmidzi)
(dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini


View Comments

Thursday, June 24, 2010

MQ Pagi 23 Juni 2010

Thursday, June 24, 2010
Pemateri: Ustadzah. Erika Suryani Dewi, LC
Materi: Persiapan fiskd an ruh dalam menyambut bulan Ramadhan

Ringkasan Materi:
Dalam QS. Ibrahim (14) ayat 7 Allah SWT berfirman Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Makna dari surat tersebut menyadarkan kita bahwa segala sesuatu yang dirasakan sampai sekarang adalah nikmat. Begitu pula dengan nikmat yang Allah beri sampai pada bulan Rajab ini. Untuk menyambut bulan Ramadhan, banyak sekali yang harus kita persiapkan. Persiapan bulan Ramadhan terus menjadi pembahasan karena begitu mulianya bulan Ramadhan. Maka sangat sayang jika kita menyia-nyiakan nikmat Allah di bulan Rajab ini. Sesungguhnya Allah telah memberi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan amal ibadah baik secara kuantitas maupun kualitas. Di bulan Rajab inilah hendaknya dijadikan menjadi bulan latihan untuk memperbaiki amal ibadah kita. Dan sesungguhnya Allah SWT akan ridho jika dalam beribadah, kita memperhatikan rambu-rambunya, jadi tidak hanya kuantitas yang diperhatikan tapi juga kualitas ibadah.

Dalam menjalani bulan Ramadhan nanti, kita berharap tidak hanya fisik kita yang kuat tetapi hati kita juga harus kuat. Oleh karena itu dibutuhkan pula persiapan hati dan ruh kita dengan selalu menjaga hati dari perilaku yang tidak disukai oleh Allah SWT. Persiapan ruhiyah ini dapat kita lakukan dengan memperbanyak doa. Amal dan ibadah yang baik tapi tidak diiringi dengan niat & ruh yang bersih maka akan sia-sia ibadah kita.

Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang disucikan oleh Allah, maka barang siapa yang menyambut bulan Ramadhan dengan baik maka Allah akan pula menyambut kita dan sebaliknya. Untuk itu maka persiapkanlah diri kita dengan memohon kepada Allah agar Allah SWT menjaga amal ibadah kita sampai pada bulan Ramadhan nanti karena semata-mata untuk meraih keutamaan, keberkahan dan ampunan dari Nya. (dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Wednesday, June 9, 2010

MQ Pagi 09 Juni 2010

Wednesday, June 9, 2010
Pemateri: Ustadzah. Erika Suryani Dewi, LC
Materi: Keluh kesah sebagai bentuk dari kufur nikmat

Ringkasan Materi:
Dalam Q.S Ibrahim ayat 7 Allah telah mengatakan bahwa Allah sudah memaklumi sifat manusia yang berkeluh kesah. Maka jika manusia bersyukur atas nikmat Nya, Allah akan melipatgandakan nikmat kepada orang tersebut.

Banyak dari kita manusia yang kufur nikmat daripada syukur nikmat. Kesuksesan yang diperoleh, dianggap hanya daya upayanya sendiri bahkan melupakan campur tangan Allah yang maha kuat & menghendaki. Memang manusia diciptakan dengan segala kelemahannya. Oleh karena itu, kita harus menyadari kelemahan kita dan kita hanya kuat kalau bersandar kepada Allah SWT.

Salah satu sifat kelemahan kita adalah kalau mendapat kesusahan maka akan berkeluh kesah, tapi kalau mendapat kesenangan sedikit saja sampai lupa daratan. Bagaimana cara untuk terjaga dari sifat keluh kesah, yaitu:
  1. Memperbaiki waktu & kualitas shalat
  2. Rajin memberikan sebagian dari rizki kita
  3. Percaya pada hari pembalasan
  4. Takut dengan azab Allah
  5. Menjaga kemaluannya
  6. Menjaga amanat & janji
Semoga keenam resep di atas dapat menjadi bekalan di dunia & akhirat sehingga kita dapat terus bersyukur atas nikmatNya. (dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Wednesday, April 28, 2010

MQ Pagi 28 April 2010

Wednesday, April 28, 2010
Sesi I
Pemateri: Ustadzah. Erika Suryani Dewi, LC
Materi: Menjaga nikmat dan hidayah

Ringkasan Materi:
Segala nikmat harus dijaga, ketika nikmat tidak dijaga maka konsekuensi dari nikmat itu harus dipertanggungjawabkan, bahkan bisa jadi nikmat itu akan Allah cabut. Karena, ketika nikmat dan hidayah tidak dijaga maka Allah akan menghilangkannya dan menggantikan dengan kemurkaan dan azab yang bertambah, seperti kesulitan mencari rejeki, kesulitan dalam kehidupan, musibah yang berantai, permasalahan yang tidak ada ujungnya. Hal-hal tersebut boleh jadi muncul karena kita kurang bersyukur dan tidak taat kepada perintah Allah dan RasulNya.

Penting bagi kita untuk menyadari dan merenungi bahwa kewajiban kita sebagai hamba Allah adalah untuk taat dan beribadah. Beribadah bukan semata-mata sholat, puasa, zakat dan haji. Tidak, tetapi seluruh aktifitas muslim harus bernilai ibadah. Tentunya harus berlandaskan kepada tuntunan, tidak menyalahi syariat dan diniatkan untuk mencari keridhaan Allah.
"Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An Nisa: 69)
Inilah anugerah yang diberikan Allah kepada kita, berteman dengan orang seperti ini tentunya akan makin membuat kita menjadi lebih dekat dengan Allah.

Keberanian dan sikap tegas dalam menerima kebenaran adalah keberanian yang terpuji dan sejati. Allah ta’ala mensifati kaum yang beriman dengan firman-Nya (artinya):
“Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dengan keputusan yang kamu berikan dan mereka menerima sepenuhnya.” (An Nisa: 65)
“Sesungguhnya jawaban orang-orang yang beriman bila mereka dipanggil kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya agar Rasul menghukumi (mengadili) diantara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh.” Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (An Nur: 51)
Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Tuesday, April 13, 2010

MQ Pagi 14 April 2010

Tuesday, April 13, 2010
Sesi I
Pemateri: Ustadzah. Erika Suryani Dewi, LC
Materi: Wanita penghuni neraka

Ringkasan Materi:
Dikatakan oleh ‘Abdullah bin Amr ra meriwayatkan sabda Rasulullah saw :“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

Rasulullah saw bersabda kepada Umar ibnul Khaththab ra: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud)
Ini mengerikan, karena ada beberapa hadist yang memuliakan wanita, diantaranya bahwa surga berada dibawah telapak kaki ibu, aktifitas wanita dalam mengurus rumah tangga adalah jihad, kematian wanita saat melahirkan adalah syahid. Seharusnya, kemudahan-kemudahan ini dapat menjadi kebanggaan bagi wanita, karena perihal mengenai jihad dan syahid ini tidak mudah untuk didapatkan, terutama bagi laki-laki, mereka baru bisa memperoleh syahid bila dalam peperangan dan dalam perjuangan menegakkan kalimat Allah.

Tetapi, saat Allah me-mi'raj-kan Rasul, Beliau melihat kedalam neraka yang kebanyakan penghuninya adalah para wanita?

Tentang hal ini, Rasulullah saw bersabda :“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)
Beberapa sebab wanita menjadi penghuni neraka:
  1. Kufur terhadap suami dan kebaikan-kebaikannya
  2. Kekufuran model ini banyak dijumpai di tengah keluarga muslim, yakni seorang istri yagn mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya karena satu-dua sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak istri. Seperti kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami.

    Padahal, boleh jadi salah seorang (wanita) diantara kalian mengundur-undur masa perawan untuk mendapatkan suami dan anak sholeh, tetapi begitu menikah dan mendapati suami melakukan kesalahan kecil maka mereka membenci dan meninggalkan suaminya.

  3. Permintaan cerai tanpa alasan syar'i
  4. Permintaan cerai ini biasa diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri karena ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami.
    Rasulullah saw bersabda : “Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i) maka haram baginya wangi Surga.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)
Wallaahu a’lam bish-shawaab

View Comments

Tuesday, March 23, 2010

MQ Pagi 24 Maret 2010

Tuesday, March 23, 2010
Sesi I
Pemateri: Ustadzah. Erika Suryani Dewi, LC
Materi: Masuk surga dengan selamat

Ringkasan Materi:
Rasulullah saw pernah bersabda bahwa dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. Wanita berbeda dengan bidadari, bidadari diciptakan tanpa hawa nafsu dan senantiasa taat kepada Allah. Sedangkan wanita diciptakan lengkap dengan tarikan hawa nafsu. Hal ini tertuang dalam QS. Asy Syam: 8-10
"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya."
Kita pasti menginginkan masuk ke surga dengan selamat, tanpa harus mampir ke neraka untuk pembersihan dosa, atau melewati shirath yang lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang yang kedua sisinya dilengkapi dengan kait-kait menggantung untuk mengambil orang yang melewatinya, maka ada yang terluka kulitnya (tetapi) selamat dan ada yang didorong ke dalam neraka.

Lantas, bagaimana agar kita bisa selamat?
"Sembahlah Yang Maha Pengasih (Allah swt), berilah makan, sebarkan salam, kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR.Tirmidzi)

"Wahai umat manusia, sebarkan salam, berilah makan, jalinlah tali silaturahmi, shalat tahajudlah di saat manusia tertidur lelap, maka kalian akan masuk surga." (HR.Tirmidzi)
Dari hadist diatas kita bisa belajar bahwa untuk dapat masuk surga dengan selamat ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain:
  1. Menyembah Allah Yang Maha Pengasih - Jangan menyekutukanNYA dengan sesuatu-pun
  2. Memberi makan - pada hari kelaparan kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat ataukepada orang miskin yang sangat fakir. (QS. Al Balad: 14-16)
  3. Tebarkan salam - tidak hanya dalam bentuk ucapan salam saja, tetapi tebarkanlah salam keselamatan dengan perilaku
  4. Sholat malam - ada banyak redaksi yang memberitahukan beberapa keutamaan sholat malam. Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir.
"Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda; "Demi zat yang jiwaku ada dalam genggamanNya, kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai." (HR. Muslim)

"Maukah kamu kutunjukkan sesuatu, apabila kamu lakukan akan saling mencintai? Biasakan mengucapkan salam di antara kamu (apabila bertemu)." (HR. Muslim)
Betapa kita seringkali tidak menyadari bahwa hal-hal yang tidak berkaitan dengan beribadah langsung kepada Allah juga dicatat. Kalau kesalahan antara hamba dengan Allah dapat ditebus dengan istighfar dan tobat, maka kesalahan antara sesama hamba tidak semudah itu, karena kita harus meminta maaf kepada orang yang kita dzalimi. Oleh karena itu, menjaga lisan dan tangan adalah utama.

Wallaahu a’lam bish-shawaab

View Comments

Thursday, March 11, 2010

MQ Pagi 10 Maret 2010

Thursday, March 11, 2010
Sesi I
Pemateri: Ustdz. Erika Suryani Dewi, LC
Materi: Berinfaq-lah

Ringkasan Materi :
Allah menyuruh kita berinfaq/bersedekah dengan harta yang baik sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah, meskipun setan menggoda kita dengan kemiskinan, supaya kita mendapat predikat sebagai orang yang bertaqwa.
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Baqarah: 267-268)

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yangmenahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran: 133-134)
Sedekah tidaklah dilihat dari besarnya jumlah uang yang disedekahkan, tetapi lebih kepada pengorbanannya.
"Rasulullah bersabda, "Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham" Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya (berarti sedekah dgn 50% hartanya), dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya (mungkin hanya sedekahdengan 10% hartanya)"(HR. An-Nasaa’i)
Sedekah tidak akan membuat kita menjadi miskin, yakinlah bahwa kebaikan yang telah kita lakukan akan kembali pad kita, Allah tidak akan mendzolimi hambaNYA, Allah yang Maha Adil akan membalas dengan berlipat ganda.
"Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. DanAllah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun." (QS. At Taghabun: 17)
Coba bayangkan, bila ada seorang kaya raya dan jujur meminjam harta kepada kita untuk diberikan kepada orang lain, dengan jaminan harta kekayaannya yang berlimpah dan dia berjanji akan mengembalikan pinjaman itu suatu saat nanti, dengan berlipat. Apakah kita ragu dan tidak percaya?

Ada banyak hadist yang memberitahukan pada kita peeihal sedekah, antara lain:

Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Dari Nabi saw; Allah swt berfirman: Wahai anak Adam! Berinfaqlah kamu, pasti Aku akan memberi infaq kepadamu.

Dari Abu Hurairah ra: bahwasanya Nabi bersabda yang artinya: bersabda "Berinfaqlah wahai Bilal! Jangan takut dipersedikit (hartamu) oleh Dzat Yang memiliki Arsy”
Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Ketika seseorang sedang berada di padang pasir, tiba-tiba ia mendengar suara dari awan, ‘Curahkanlah ke kebun Fulan.’ Maka bergeraklah awan itu, kemudian turun sebagai hujan di suatu tanah yang keras berbatuan. Lalu, salah satu tumpukan dari tumpukan bebatuan tersebut menampung seluruh air yang baru saja turun, sehingga air mengalir ke suatu arah. Ternyata, air itu mengalir di sebuah tempat di mana seorang laki-laki berdiri di tengah kebun miliknya sedang meratakan air dengan cangkulnya. Lalu orang tersebut bertanya kepada pemilik kebun, “Wahai hamba Allah, siapakah namamu?” Ia menyebutkan sebuah nama yang pernah didengar oleh orang yang bertanya tersebut dari balik mendung. Kemudian pemilik kebun itu balik bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menanyakan nama saya?” Orang itu berkata, “Saya telah mendengar suara dari balik awan, ‘Siramilah tanah Si Fulan,’ dan saya mendengar namamu disebut. Apakah sebenarnya amalanmu (sehingga mencapai derajat seperti itu)?” Pemilik kebun itu berkata, “Karena engkau telah menceritakannya, saya pun terpaksa menerangkan bahwa dari hasil (kebun ini), sepertiga bagian langsung saya sedekahkan di jalan Allah swt., sepertiga bagian lainnya saya gunakan untuk keperluan saya dan keluarga saya, dan sepertiga bagian lainnya saya pergunakan untuk keperluan kebun ini.” (HR. Muslim)

Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa: "Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan." Malaikat yang satu lagi berdoa: "Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya)." (Mutafaq'alaih)

Rasulullah bersabda: “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi)
Perbanyaklah SEDEKAH karena di dalamnya terdapat KHASIAT :
1. Menyembuhkan berbagai macam penyakit.
2. Melapangkan rejeki
3. Menjadi naungan di hari tidak ada naungan (hari kiamat)
4. Memberatkan timbangan kebaikan kita.
5. Memudahkan kita dalam meniti shirath

Tidak ada sedekah yang buruk, semua sedekah adalah baik.

Dahulu ada seseorang bernama Karim, karena begitu kuatnya keinginan untuk bersedekah ia mengarahkan langkahnya menuju ke suatu rumah. Begitu sampai di rumah yang ditujunya, dia mengetuk pintu. Setelah mengucapkan salam, dia memberikan kantong itu pada pemilik rumah, lalu mohon pamit. Kejadian itu ternyata diketahui oleh beberapa orang penduduk daerah itu. Pagi harinya, orang orang di pasar ramai membicarakan apa yang dilakukan Karim tadi malam.

Dua orang yang melihat Karim bersedekah berkata dengan nada mengejek, "Dasar orang tidak tahu agama, sedekah saja keliru, masak sedekah kok kepada seorang pencuri. Kalau mau sedekah itu, ya harusnya kepada orang yang baik baik!" Obrolan orang di pasar itu sampai juga ke telinga Karim, ia hanya berkata dalam hati, "Alhamdullilah, telah bersedekah kepada pencuri!

Hari berikutnya, ketika malam tiba, dia kembali keluar rumah. Dia ingin kernbali bersedekah. Sama seperti malam sebelumnya, dia menyiapkan uang seratus dirham. Kali ini, dia memilih sebuah rumah di pinggir kota. Dia mengetuk pintu rumah itu. Seorang wanita membukakan pintu. Dia langsung menyerahkan sedekahnya pada perempuan itu lalu pulang. Pagi harinya, pasar kembali ribut.

Ternyata, ada orang yang mengetahui perbuatannya tadi malam. Orang itu bercerita sinis, "Memang, Karim itu tidak jelas. Rajin pergi ke mesjid, tetapi memberi sedekah saja masih salah. Kemarin malam, dia memberi sedekah kepada seorang pencuri. Lha, tadi malam, dia memberi sedekah kepada seorang pelacur!"

Perbincangan orang di pasar itu sampai juga ke telinganya. Karim hanya berkata lirih, "Alhamdulillah, telah bersedekah kepada seorang pelacur!" Malam harinya, Karim kembali keluar rumah untuk sedekah. Dia memilih rumah yang ada di dekat pasar. Setelah mengantarkan sedekahnya, dia pulang.

Kali ini Karim berharap, dia tidak keliru memberikan sedekahnya. Pagi harinya, pasar lebih ribut dari sebelumnya. Seorang penjual daging berkata, "Nggak tahulah! Karim itu memang aneh. Mau sedekah saja kok kepada orang kaya. Padahal, orang yang miskin dan memerlukan uang untuk makan, masih banyak dan ada di mana mana!"

Ternyata, rumah yang didatangi Karim dan diberi sedekah tadi malam adalah rumah orang kaya. Mendengar berita dan omongan yang ada di pasar tentang kekeliruannya memberikan sedekah ia berkata, "Alhamdulillah, telah sedekah kepada pencuri, pelacur, dan orang kaya!" Malam harinya, ia shalat tahajud, lalu tidur.

Dalam tidurnya dia bermimpi didatangi oleh seseorang yang memberi kabar kepadanya, "Sedekahmu kepada pencuri, membuat pencuri itu insaf, sehingga dia kini tidak mencuri lagi. Sedekahmu kepada pelacur, membuat wanita itu tobat dan tidak berzinah lagi, dan sedekahmu kepada orang kaya, menjadikan orang kaya tersebut sadar dan merasa malu. Kini, orang kaya yang pelit itu mau mengeluarkan zakat dan infak.
Sedekahmu yang ikhlas itu diridhoi Allah Swt." Setelah itu Karim semakin khusyuk beribadah dan banyak mengerjakan kebajikan. Dia sadar bahwa yang paling penting dalam ibadah adalah niat karena Allah.
Bukan sekadar mengikuti perkataan orang banyak. Hanya Allah-lah yang berhak menilai, diterima atau tidaknya amal ibadah seseorang.

Wallaahu a’lam bish-shawaab

View Comments

Tuesday, February 23, 2010

MQ Pagi 24 Februari 2010

Tuesday, February 23, 2010
Sesi I
Pemateri: Ustdz. Erika Suryani Dewi, LC
Materi: Menjadikan Rasulullah sebagai teladan

Ringkasan Materi:
Momen maulid Nabi sebaiknya digunakan untuk kembali merenungi sejarah kehidupan Rasulullah pada saat menegakkan ajaran agama Islam. Saat dimana beliau menyebarkan risalah ketauhid-an, dan mengumandangkan kebenaran dengan sabar, meskipun harus dicela, dicaci-maki, dan disiksa secara fisik.

Pada momen ini kita harus bisa merefleksikan dan mencontoh segala perilaku beliau, yang rela berkorban, lahir-bathin, demi agar manusia memperoleh hidayah dan mampu mengenal Allah dengan baik.
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak mengingat/memuji Allah." (QS Al Ahzab:21)
Rasulullah adalah teladan(uswah) terbaik yang layak untuk dicontoh perilakunya. "Wah, kalau harus meniru Rasul, berat" Kenapa berat? bukankah beliau juga manusia biasa seperti kita? Dengan menjadikan Allah sebagai tujuan, setiap saat selalu mengingat Allah dan tidak mencintai dunia, insya Allah akan terasa ringan. Memang, Rasul adalah manusia yang oleh Allah diberi kemuliaan dan secara khusus dijaga dari perbuatan dosa (ma'sum), sehingga apabila beliau berbuat kekhilafan, Allah langsung menegur beliau.

Dikisahkan, pada permulaan dakwah, Rasulullah sering mengadakan dialog dgn pemimpin-pemimpin Quraisy seraya mengharap semoga mereka masuk Islam. Beliau sangat ingin mereka menerima dakwah dan menghentikan penganiayaan terhadap para sahabat beliau. Sementara beliau berunding dgn sungguh-sungguh tiba-tiba Abdullah bin Ummi Maktum datang mengganggu minta dibacakan kepada ayat-ayat Alquran. Kata Abdullah “Ya Rasulullah ajarkanlah kepadaku ayat-ayat yg telah diajarkan Allah kepada Anda!” Rasulullah terlengah memperdulikan permintaan Abdullah. Bahkan beliau agak acuh terhadap interupsinya itu. Lalu beliau membelakangi Abdullah dan melanjutkan pembicaraan dgn para pemimpin Quraisy tersebut.

Selesai berbicara dgn mereka Rasulullah bermaksud pulang. Tiba-tiba Allah mewahyukan firman-Nya kepada beliau “Dia bermuka masam dan berpaling karena seorang buta datang kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya atau dia mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberikan manfaat kepadanya? Adapun orang yg merasa dirinya serba cukup maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada atasmu kalau mereka tidak membersihkan diri . Adapun orang yang datang kepadamu dengan bergegas sedangkan ia takut kepada maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan ! Sesungguhnya ajaran itu suatu peringatan. Maka siapa yg menghendaki tentulah ia memperbaikinya. terdapat di dalam kitab-kitab yang dimuliakan yang ditinggikan lagi disucikan di tangan para utusan yg mulia lagi berbakti.” Ayat pada surat Abasa inilah yang membuat Rasulullah setiap kali bertemu dengan Abdullah bin Ummi Maktum beliau selalu memeluknya dengan hangat seraya berkata “Inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah"

Itulah akhlak Rasulullah, setelah beliau ditegur, beliau langsung sadar, bertaubat, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sangat penting bagi kita untuk mencontoh perilaku Rasulullah ketika beliau menghadapi musibah, menyampaikan kebenaran, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, dan ketika melakukan aktifitas pribadi.

Wallaahu a’lam bish-shawaab

View Comments

Tuesday, February 9, 2010

MQ Pagi 10 Februari 2010

Tuesday, February 9, 2010
Pemateri: Ustdz. Erika Suryani Dewi, Lc
Lokasi: -
Materi: Konsep Keimanan dalam Syariat Islam

Ringkasan Materi :
Iman adalah sesuatu yang diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan anggota tubuh

Hal tentang keimanan ini dijelaskan dalam QS. an-Nisa': 136
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."
Segala sesuatu yang kita kerjakan harus dilaksanakan dengan konsep keimanan. Sebelum bertindak, pikirkan dahulu, apakah sudah sesuai dengan konsep keimanan dan bercirikan muslim.

Iman selalu dikaitkan dengan amal sholeh. Jadi, iman haruslah dibuktikan dengan tindakan dan perbuatan. Bukan sekedar kata. Iman itu aktif, produktif, bergerak.

Dalam QS. Al-Maun: 1-7 disebutkan bahwa seseorang disebut mendustakan agama jika dia: menghardik anak yatim, tidak menganjurkan memberi makan orang miskin, menelantarkan sholatnya (lalai, bermalas-malasan, mengerjakan diakhir waktu), berbuat riya', dan enggan menolong orang lain.

Wallaahu a’lam bish-shawaab

View Comments