Pemateri: Ustadz Abdul Wahab
Materi: Memeriksa keislaman kita
Ringkasan Materi:
Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya, dari Anas ra., bahwa Nabi saw. bersabda, “tidak akan lurus (benar) keimanan seseorang, sehingga hatinya lurus, dan tidak akan lurus hati seseorang sehingga lisannya lurus.”
Seseorang tidak akan mencapai derajat makrifat atau mengenal Allah apabila kita tidak menyempurnakan syariatNya. Jadi tidak mungkin ada orang yang mencintai Allah dan RasulNya tetapi tidak menyempurnakan syariatNya. Jika kita tidak pernah sholat dan menjalankan sunnah Rasul, mustahil kita bisa dekat dengan Allah. Ketika sudah menjalankan sholat pun perlu dievaluasi kembali, apakah sholat kita sudah sempurna, begitu juga dengan ibadah-ibadah yang lain, secara berkala perlu dievaluasi kembali agar kita tahu sejauh mana keimanan kita kepada Allah.
Dalam diri kita terdapat dua kekuatan, yaitu kekuatan malaikat dan syaitan. Maka, jangan sampai kita tidak berlindung pada Allah. Agar selalu dilindungi Allah, kita harus dekat denganNya.
Wallaahu a’lam bish-shawaab
materi audio dapat didownload disini
Live Streaming Aa' gym di USTREAM
Cek terus halaman ini untuk melihat ceramah aa' secara live via ustream. Jadwal live streaming - menyusul, atau kunjungi http://www.ustream.tv/channel/aagym-dt untuk melihat rekamannya.
Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib
Live video chat by Ustream
Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib
Live video chat by Ustream
Thursday, May 6, 2010
Wednesday, May 5, 2010
MQ Pagi 05 Mei 2010
at 8:33 PM Wednesday, May 5, 2010
Pemateri: Ustadzah Rosyida
Materi: Shafiyyah binti Huyay
Ringkasan Materi:
Nama lengkapnya adalah Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab bin Sa’yah bin Amir bin Ubaid bin Kaab bin al-Khazraj bin Habib bin Nadhir bin al-Kham bin Yakhurn dari keturunan Harun bin Imran. Ibunya bernama Barrah binti Samaual dari Bani Quraizhah. Shafiyyah dilahirkan 3 (tiga) tahun setelah masa kenabian Rasulullah saw. Ayahnya adalah seorang pemimpin Bani Nadhir.
Beliau termasuk wanita yang cerdas dan cantik, bahkan sebelum masuk islam beliau terkenal sebagai wanita yang memegang teguh agama lamanya. Sayyidah Shafiyyah bin Huyay r.a. telah dua kali menikah sebelum dengan Rasulullah. Suami pertamanya bernama Salam bin Musykam, salah seorang pemimpin Bani Quraizhah. Suami keduanya bernama Kinanah bin Rabi’ bin Abil Hafiq. Semasa menikah dengan suami keduanya Shafiyyah pernah bermimpi bahwa dia melihat bulan dari Yatsrib yang masuk ke kamar dan jatuh ke pangkuannya, hal ini beliau ceritakan kepada suaminya. Mengetahui takwil dan mimpi itu, suaminya marah dan menampar wajah Shafiyyah sehingga berbekas di wajahnya. Luka di wajah ini pun sempat dilihat oleh Rasulullah, hal ini menyebabkan Rasullah bertanya dan Shafiyyah pun menceritakan sebabnya.
Kisah tentang beliau sangat banyak kaitannya dengan politik pemerintahan yang dilakukan oleh Rasulullah saw, jadi kisah ini tidak terlepas dari upaya Rasulullah saw saat menjadi kepala negara di Madinah pada saat itu yang hendak menaklukkan Yahudi di Khaibar. Setelah melakukan perjanjian dengan kaum Quraisy di Hudaibiyah untuk tidak membantu Yahudi Khaibar bila hendak menyerang kaum muslim, maka Rasul pun dapat berkonsentrasi penuh untuk menaklukkan Khaibar. Khaibar terkenal memiliki benteng yang sangat kokoh dan sulit untuk ditaklukkan, karena secara umum kaum Yahudi tidak pandai berperang.
Lebih kurang pada tahun 6 H, Rasulullah saw menyiapkan penaklukan Khaibar. Sebelum menyerang, selalu Rasulullah menawarkan pilihan, mau masuk islam atau mereka tetap dengan agamanya yang lama tetapi tunduk kepada aturan-aturan islam dalam hal kehidupan sehari-hari, bukan dalam hal yang berkaitan dengan ibadah agama mereka. Maka, ketika kedua pilihan ini tidak dihiraukan, langkah terakhir adalah dengan berperang.
Pada saat inilah terjadi peperangan yang sangat 'alot', tetapi Allah pada akhirnya memberikan kemenangan dengan diruntuhkannya benteng Khaibar satu-persatu. Dikisahkan, tawanan wanita dibawa kehadapan Rasulullah, diantaranya ada Shafiyyah. Bilal membawa Shafiyyah bersama sepupunya menghadap Nabi saw, di sepanjang jalan yang dilaluinya terlihat mayat-mayat tentara kaumnya yang dibunuh. Hati Shafiyyah sangat sedih melihat keadaan itu, apalagi jika mengingat bahwa dirinya menjadi tawanan kaum muslimin. Rasulullah saw memahami kesedihan yang dialaminva, kemudian beliau bersabda kepada Bilal, “Sudah hilangkah rasa kasih sayang dihatimu, wahai Bilal, sehingga engkau tega membawa dua orang wanita ini melewati mayat-mayat suami mereka?”
Rasulullah saw pun menikahi Shafiyyah. Pernikahan beliau dengan Shafiyyah didasari beberapa landasan. Shafiyyah telah mernilih Islam serta menikah dengan Rasulullah ketika beliau memberinya pilihan antara memeluk Islam dan menikah dengan beliau atau tetap dengan agamanya dan dibebaskan sepenuhnya. Ternyata Shafiyyah memilih untuk tetap bersama Nabi.
Rasulullah saw. menghormati Shafiyyah sebagaimana hormatnya beliau terhadap istri-istri yang lain. Akan tetapi, istri-istri beliau menyambut kedatangan Shafiyyah dengan wajah sinis karena dia adalah orang Yahudi, di samping juga karena kecantikannya yang menawan. Dalam riwayat, ketika itu Shafiyyah mendengar obrolan Hafshah dan Aisyah tentang dirinya dan mengungkit-ungkit asal-usul dirinya. Betapa sedih perasannya. Lalu dia mengadu kepada Rasulullah sambil menangis. Rasulullah menghiburnya, ‘Mengapa tidak engkau katakan, bagaimana kalian berdua lebih baik dariku, suamiku Muhammad, ayahku Harun, dan pamanku Musa”
Wallaahu a’lam bish-shawaab
materi audio dapat didownload disini
Materi: Shafiyyah binti Huyay
Ringkasan Materi:
Nama lengkapnya adalah Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab bin Sa’yah bin Amir bin Ubaid bin Kaab bin al-Khazraj bin Habib bin Nadhir bin al-Kham bin Yakhurn dari keturunan Harun bin Imran. Ibunya bernama Barrah binti Samaual dari Bani Quraizhah. Shafiyyah dilahirkan 3 (tiga) tahun setelah masa kenabian Rasulullah saw. Ayahnya adalah seorang pemimpin Bani Nadhir.
Beliau termasuk wanita yang cerdas dan cantik, bahkan sebelum masuk islam beliau terkenal sebagai wanita yang memegang teguh agama lamanya. Sayyidah Shafiyyah bin Huyay r.a. telah dua kali menikah sebelum dengan Rasulullah. Suami pertamanya bernama Salam bin Musykam, salah seorang pemimpin Bani Quraizhah. Suami keduanya bernama Kinanah bin Rabi’ bin Abil Hafiq. Semasa menikah dengan suami keduanya Shafiyyah pernah bermimpi bahwa dia melihat bulan dari Yatsrib yang masuk ke kamar dan jatuh ke pangkuannya, hal ini beliau ceritakan kepada suaminya. Mengetahui takwil dan mimpi itu, suaminya marah dan menampar wajah Shafiyyah sehingga berbekas di wajahnya. Luka di wajah ini pun sempat dilihat oleh Rasulullah, hal ini menyebabkan Rasullah bertanya dan Shafiyyah pun menceritakan sebabnya.
Kisah tentang beliau sangat banyak kaitannya dengan politik pemerintahan yang dilakukan oleh Rasulullah saw, jadi kisah ini tidak terlepas dari upaya Rasulullah saw saat menjadi kepala negara di Madinah pada saat itu yang hendak menaklukkan Yahudi di Khaibar. Setelah melakukan perjanjian dengan kaum Quraisy di Hudaibiyah untuk tidak membantu Yahudi Khaibar bila hendak menyerang kaum muslim, maka Rasul pun dapat berkonsentrasi penuh untuk menaklukkan Khaibar. Khaibar terkenal memiliki benteng yang sangat kokoh dan sulit untuk ditaklukkan, karena secara umum kaum Yahudi tidak pandai berperang.
Lebih kurang pada tahun 6 H, Rasulullah saw menyiapkan penaklukan Khaibar. Sebelum menyerang, selalu Rasulullah menawarkan pilihan, mau masuk islam atau mereka tetap dengan agamanya yang lama tetapi tunduk kepada aturan-aturan islam dalam hal kehidupan sehari-hari, bukan dalam hal yang berkaitan dengan ibadah agama mereka. Maka, ketika kedua pilihan ini tidak dihiraukan, langkah terakhir adalah dengan berperang.
Pada saat inilah terjadi peperangan yang sangat 'alot', tetapi Allah pada akhirnya memberikan kemenangan dengan diruntuhkannya benteng Khaibar satu-persatu. Dikisahkan, tawanan wanita dibawa kehadapan Rasulullah, diantaranya ada Shafiyyah. Bilal membawa Shafiyyah bersama sepupunya menghadap Nabi saw, di sepanjang jalan yang dilaluinya terlihat mayat-mayat tentara kaumnya yang dibunuh. Hati Shafiyyah sangat sedih melihat keadaan itu, apalagi jika mengingat bahwa dirinya menjadi tawanan kaum muslimin. Rasulullah saw memahami kesedihan yang dialaminva, kemudian beliau bersabda kepada Bilal, “Sudah hilangkah rasa kasih sayang dihatimu, wahai Bilal, sehingga engkau tega membawa dua orang wanita ini melewati mayat-mayat suami mereka?”
Rasulullah saw pun menikahi Shafiyyah. Pernikahan beliau dengan Shafiyyah didasari beberapa landasan. Shafiyyah telah mernilih Islam serta menikah dengan Rasulullah ketika beliau memberinya pilihan antara memeluk Islam dan menikah dengan beliau atau tetap dengan agamanya dan dibebaskan sepenuhnya. Ternyata Shafiyyah memilih untuk tetap bersama Nabi.
Rasulullah saw. menghormati Shafiyyah sebagaimana hormatnya beliau terhadap istri-istri yang lain. Akan tetapi, istri-istri beliau menyambut kedatangan Shafiyyah dengan wajah sinis karena dia adalah orang Yahudi, di samping juga karena kecantikannya yang menawan. Dalam riwayat, ketika itu Shafiyyah mendengar obrolan Hafshah dan Aisyah tentang dirinya dan mengungkit-ungkit asal-usul dirinya. Betapa sedih perasannya. Lalu dia mengadu kepada Rasulullah sambil menangis. Rasulullah menghiburnya, ‘Mengapa tidak engkau katakan, bagaimana kalian berdua lebih baik dariku, suamiku Muhammad, ayahku Harun, dan pamanku Musa”
Wallaahu a’lam bish-shawaab
materi audio dapat didownload disini
Labels: Rosyida View Comments
Tuesday, May 4, 2010
MQ Pagi 04 Mei 2010
at 8:38 PM Tuesday, May 4, 2010
Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Menuju Baitullah dengan berbaiksangka pada Allah
Ringkasan Materi:
Kembali pagi tadi Aa' gym memancarkan siaran dari baitullah, kali ini dari depan multazam bersama dengan rombongan kloter terakhir jemaah umrah MQtravel yang berasal dari komunitas pendengar MQpagi. Rombongan jemaah baru saja menyelesaikan ritual thawaf dan akan melanjutkan dengan sa'i dimulai dari bukit shafa.
Dalam kesempatan yang sangat singkat tersebut kita diingatkan untuk terus berbaik sangka pada Allah, diminta untuk terus memupuk niat dan usaha untuk dapat berkunjung ke baitullah dan berziarah ke makam nabi di masjid nabawi dan jangan sampai mengunci harapan hanya karena perkara uang.
Karena sesungguhnya ibadah umrah dan haji bukan hanya perkara kemampuan finansial, namun yang terpenting adalah undangan Allah. Sangat mudah bagi Allah untuk membukakan jalan dan pintu rejeki dari manapun dan siapapun bagi hamba-hamba yang menjadi undangannya. Bukan hal besar bagi Allah untuk melakukannya karena Dialah yang maha kaya dan maha baik serta maha menguasai segala kejadian.
Tugas kita adalah menghindari sedapat mungkin perasaan berburuk sangka akan pertolongan Allah, lakukan taubat yang sungguh-sungguh dan terus menyempurnakan keislaman kita. Perbaiki kualitas ibadah shalat kita, perbanyak bershadaqah dan istiqamah berusaha selalu berada di jalan yang diridhai Allah.
Apabila kita dapat terus berbaik sangka dengan segala bentuk pertolongan Allah maka insya allah Allah yang akan membukakan jalan rejeki, nikmat kesehatan dan kelapangan waktu bagi kita untuk menjadi tamunya di baitullah, Amin.
materi di copas dari sini
Sesi II
Pemateri: Ustadz Roni Abdul Fattah
Materi: Istighfar, kunci pembuka pintu rejeki
Ringkasan Materi:
Disebutkan amalan-amalan batin yang dapat membuka pintu rejeki berdasarkan Al Quran, antara lain: istighfar, banyak sekali dalil dalam Al Quran terkait dengan istighfar yang dengannya Allah akan membukakan pintu rejeki.
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Menuju Baitullah dengan berbaiksangka pada Allah
Ringkasan Materi:
Kembali pagi tadi Aa' gym memancarkan siaran dari baitullah, kali ini dari depan multazam bersama dengan rombongan kloter terakhir jemaah umrah MQtravel yang berasal dari komunitas pendengar MQpagi. Rombongan jemaah baru saja menyelesaikan ritual thawaf dan akan melanjutkan dengan sa'i dimulai dari bukit shafa.
Dalam kesempatan yang sangat singkat tersebut kita diingatkan untuk terus berbaik sangka pada Allah, diminta untuk terus memupuk niat dan usaha untuk dapat berkunjung ke baitullah dan berziarah ke makam nabi di masjid nabawi dan jangan sampai mengunci harapan hanya karena perkara uang.
Karena sesungguhnya ibadah umrah dan haji bukan hanya perkara kemampuan finansial, namun yang terpenting adalah undangan Allah. Sangat mudah bagi Allah untuk membukakan jalan dan pintu rejeki dari manapun dan siapapun bagi hamba-hamba yang menjadi undangannya. Bukan hal besar bagi Allah untuk melakukannya karena Dialah yang maha kaya dan maha baik serta maha menguasai segala kejadian.
Tugas kita adalah menghindari sedapat mungkin perasaan berburuk sangka akan pertolongan Allah, lakukan taubat yang sungguh-sungguh dan terus menyempurnakan keislaman kita. Perbaiki kualitas ibadah shalat kita, perbanyak bershadaqah dan istiqamah berusaha selalu berada di jalan yang diridhai Allah.
Apabila kita dapat terus berbaik sangka dengan segala bentuk pertolongan Allah maka insya allah Allah yang akan membukakan jalan rejeki, nikmat kesehatan dan kelapangan waktu bagi kita untuk menjadi tamunya di baitullah, Amin.
materi di copas dari sini
Sesi II
Pemateri: Ustadz Roni Abdul Fattah
Materi: Istighfar, kunci pembuka pintu rejeki
Ringkasan Materi:
Disebutkan amalan-amalan batin yang dapat membuka pintu rejeki berdasarkan Al Quran, antara lain: istighfar, banyak sekali dalil dalam Al Quran terkait dengan istighfar yang dengannya Allah akan membukakan pintu rejeki.
maka aku katakan kepada mereka:" Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS.Nuh: 10-12)Wallaahu a’lam bish-shawaab
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari yang besar (Kiamat). (QS.Hud: 3)
Dan (dia berkata): "Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS.Hud: 52)
Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)." (QS.Hud: 61)
Labels: Abdullah Gymnastiar, Roni Abdul Fattah View Comments
MQ Pagi 03 Mei 2010
at 3:19 AM
Pemateri: Ustadz Roni Abdul Fattah
Materi: Berusahalah, Rejekimu telah dijamin
Ringkasan Materi:
Kalau kita garisbawahi tentang makna dari Sai (berusaha), itu merupakan prosesi dari Shofa (bersih) menuju Marwah (kepuasan hati). Hikmah dari prosesi ini adalah jika kita ingin berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari maka mulailah dari Shofa (dari niat dan usaha yang bersih). Setelah dijalankan, lakukan prosesnya dengan penuh kesungguhan hati meskipun harus berulang-ulang. Proses ini pasti akan selesai dengan baik dan membuat hati menjadi puas. Seperti Siti Hajar yang berlari-lari tanpa menyerah demi mencari air untuk Nabi Ismail yang kemudian mendapat nikmat berupa air zam-zam yang keberkahannya bisa kita nikmati sampai sekarang. Oleh karena itu, janganlah menyerah dalam berusaha. Bila gagal, bangkit, gagal lagi, bangkit lagi. Jangan mudah menyerah.
Seperti halnya saat makan, janganlah menambah atau mengambil makanan baru sebelum makanan yang ada ditangan kita habis. Tidak ada satu makananpun yang dinikmati dengan baik, menjadi mubazir. Ibarat makanan, usaha kita juga akan menjadi sia-sia jika tidak dilakukan dengan maksimal.
Wallaahu a’lam bish-shawaab
materi audio dapat didownload disini
Materi: Berusahalah, Rejekimu telah dijamin
Ringkasan Materi:
Kalau kita garisbawahi tentang makna dari Sai (berusaha), itu merupakan prosesi dari Shofa (bersih) menuju Marwah (kepuasan hati). Hikmah dari prosesi ini adalah jika kita ingin berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari maka mulailah dari Shofa (dari niat dan usaha yang bersih). Setelah dijalankan, lakukan prosesnya dengan penuh kesungguhan hati meskipun harus berulang-ulang. Proses ini pasti akan selesai dengan baik dan membuat hati menjadi puas. Seperti Siti Hajar yang berlari-lari tanpa menyerah demi mencari air untuk Nabi Ismail yang kemudian mendapat nikmat berupa air zam-zam yang keberkahannya bisa kita nikmati sampai sekarang. Oleh karena itu, janganlah menyerah dalam berusaha. Bila gagal, bangkit, gagal lagi, bangkit lagi. Jangan mudah menyerah.
Seperti halnya saat makan, janganlah menambah atau mengambil makanan baru sebelum makanan yang ada ditangan kita habis. Tidak ada satu makananpun yang dinikmati dengan baik, menjadi mubazir. Ibarat makanan, usaha kita juga akan menjadi sia-sia jika tidak dilakukan dengan maksimal.
Dari Abu Hurairah, dari Nabi beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman, ’wahai anak Adam beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya kupenuhi hatimu yang ada dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Kupenuhi kebutuhanmu (kepada manusia)” (lihat al Musnad no.2583 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam shahih sunan Tirmidzi 2/300, shahih sunan Ibnu Majah 2/293)Jadi, kenapa hari-hari sibuk, pontang-panting, pergi pagi - pulang petang, tetapi kebutuhan tidak pernah tercukupi?
Imam al-Hakim dari Ma’qal bin Yasar ia berkata Rasulullah bersabda “Tuhan kalian berkata ‘Wahai anak Adam beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya niscaya Aku penuhi hatimu dgn kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dgn rezeki. Wahai anak Adam jangan jauhi Aku sehingga Aku penuhi hatimu dgn kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dgn kesibukan’.”
Wallaahu a’lam bish-shawaab
materi audio dapat didownload disini
Labels: Roni Abdul Fattah View Comments
Monday, May 3, 2010
MQ Pagi 02 Mei 2010
at 9:02 PM Monday, May 3, 2010Sesi I
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Mengenal Rasulullah
Ringkasan Materi:
Tausyiah hari ini dipancarkan langsung dari Raudhah yang berada di dalam Mesjid Nabawi.
Raudhah yang secara bahasa berarti taman adalah suatu tempat yang berada di antara rumah nabi yang saat ini menjadi makam nabi dengan mimbar nabi dimana beliau biasa menyampaikan wahyu dan ajaran islam pada para sahabat. Rasulullah pernah bersabda Sesungguhnya diantara kamarku dan mimbarku adalah sebuah taman (raudhah) diantara taman-taman surga. Mengingat istimewanya tempat ini dan diyakini merupakan salah satu tempat mustajab dikabulkannya permohonan dan doa-doa karena itulah seluruh muslim yang berada di mesjid nabawi akan berlomba-lomba untuk dapat menunaikan shalat sunat, beritikaf bahkan shalat wajib di area raudhah ini.
Salah satu nikmat iman yang langsung dirasakan ketika berada di raudhah ini adalah perasaan begitu dekat dengan baginda Rasul, perasaan rindu yang memuncak ingin menatap dan bertemu dengannya. Kita seperti dituntun untuk terus dan terus belajar mengenal pribadi rasul.
Dikisahkan Rasul yang adalah mahluk paling mulia di dunia ini, mahluk yang telah dijanjikan dunia beserta isinya, manusia yang bahkan Allah dan malaikatpun bershalawat padanya tapi tetap menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Atap rumahnya hanya dari pelepah kurma, dengan isi yang jauh dari kata mewah, bahkan gandum untuk dimakan tiap harinya pun belum tentu ada setiap saat.
Rasul adalah pribadi yang santun, tidak banyak bicara, dan tiap perkataan yang keluar dari mulutnya penuh dengan manfaat dan sikapnya penuh kehati-hatian dengan pengendalian dan penjagaan diri yang sempurna. Rasulullah selalu tersenyum, dan beliau tersenyum dengan hatinya sehingga akan langsung berasa pada kalbu orang yang memandangnya, rasulullah pun sangat jarang marah. Seandainya marah beliau akan memerah wajahnya namun tetap menjaga tiap perkataannya, hal yang menyebabkan marahnya pun bukan hal- hal pribadi tapi selalu menyangkut kepentingan agama dan umat.
Nabi adalah orang yang sangat santun, ketika beliau dipanggil beliau bukan hanya memalingkan wajah namun seluruh badannya dan akan menjabat tangan lebih dulu dan tidak akan melepas sebelum lawan bicaranya melepaskannya. Beliau berbicara dan memandang lawan bicaranya bukan hanya dengan wajahnya namun dengan seluruh hatinya sehingga tiap orang yang baru bertemu rasul akan merasa menjadi orang yang paling mulia di mata rasulullah karena begitu baiknya sikap rasul dalam memuliakan dan menghargai orang lain.
Berbahagialah jika kita tergolong menjadi orang -orang yang mencintai rasul walaupun tidak pernah bertatap muka dengannya, berbahagialah kita dapat merasakan nikmat iman dan islam melalui ajaran yang disampaikan olehnya. Niscaya kita akan mudah mengenal dan mensyukuri indahnya islam dengan mengenal pribadi junjungan kita nabi besar Muhammad SAW.
dicopas dari sini
Sesi II
Pemateri: Ustadz Fachrudin
Materi: Bahagia dunia akhirat
Ringkasan Materi:
Semoga bagi para jamaah yang belum bisa berkunjung ke tanah suci dan berziarah ke makam Rasulullah, semoga nanti di akhirat kita dapat bertemu dengan beliau. Baginda Rasul mewasiatkan, kalau kita ingin berjumpa dengan beliau kita harus berpegang teguh kepada 2(dua) hal, sebagaimana sabda beliau
"Sesungguhnya saya telah tinggalkan untuk kalian suatu perkara (jika kalian berpegang teguh dengannya), niscaya kalian tidak akan sesat selamanya; yaitu Kitab Allah dan Sunnahku" (HR. Hakim, Baihaqi, dan Ad-Daraquthni)Dipertemuan sebelumnya kita telah membahas bagaimana kiat agar menjadi orang yang bahagia. Semua manusia pasti menginginkan bahagia, baik didunia maupun diakhirat. Menurut Ibnu Abbas indikator orang bahagia dunia akhirat adalah:
Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur, bersyukur atas segala nikmat yang ada. Bagaimana syukur kita? yaitu dengan mempergunakan nikmat tersebut untuk beribadah kepada Allah
Al azwaju shalihah atau pasangan hidup yang sholeh, ini akan menjadi sebab kehidupan kita bahagia dunia akhirat
al auladun abrar atau anak yang soleh, tidak semua kita adalah orang tua tetapi semua kita adalah anak. Anak yang mempunyai kewajiban berbakti kepada orang tua baik kepada yang masih hidup ataupun yang meninggal dunia. Banyak ayat dalam Al Quran yang menyuruh kita berbakti kepada orang tua, tingkatan berbakti kepada orang tua ini berada diurutan ke-2 setelah beribadah kepada Allah. Demikian pula dosa, dosa terbesar setelah menyekutukan Allah adalah durhaka kepada orang tua.
albiatu hasanah atau lingkungan yang kondusif untuk iman kita, untuk menciptakan lingkungan yang seperti ini salah satunya adalah dengan mengisi rumah dengan kegiatan tilawah Al Quran. dari Anas, ia berkata Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli quran (orang yang membaca atau menghapal quran dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad)Wallaahu a’lam bish-shawaab
materi audio dapat didownload disini
Labels: Abdullah Gymnastiar, Fachrudin View Comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
