Live Streaming Aa' gym di USTREAM

Cek terus halaman ini untuk melihat ceramah aa' secara live via ustream. Jadwal live streaming - menyusul, atau kunjungi http://www.ustream.tv/channel/aagym-dt untuk melihat rekamannya.

Kajian Asmaul Husna - tiap Kamis malam pukul 19.30 wib

Live video chat by Ustream

Thursday, October 7, 2010

MQ Pagi 06 Oktober 2010

Thursday, October 7, 2010
Pemateri: Erika Suryani Dewi, Lc
Materi: Menyongsong penjagaan Allah

Ringkasan Materi:
Kehidupan akan kita lalui dari ujian ke ujian. Termasuk di dalamnya adalah keluarga kita sendiri. Pasangan dan anak-anak kita merupakan ujian tersendiri.Khususnya kehidupan anak-anak kita, pergaulan bebas, internet, narkoba dan pornografi menjadi ancaman bagi perkembangannya. Itu adalah ujian buat kita, mampukah kita memberi pendidikan yang memadai sekaligus memberikan penjagaan buat mereka.

Sepertinya memang berat sekali tugas kita menjaga keluarga, mengingat keterbatasan diri kita dan besarnya ancaman eksternal. Tapi, kita tidak perlu pesimis. Allah telah mengajarkan melalui Rasulnya bahwa jika kita "menjaga Allah" maka "Allah akan Menjaga". Resep kehidupan yang luar biasa. Pertanyaannya sudahkah kita menjaga Allah? Sudahkah shalat kita sempurnakan? Adakah amalan yang bisa kita banggakan di hadapan Allah? Sudahkah kita membela kepentingan Allah di bumi ini?

Mari kita lipatkan motivasi kita untuk "menjaga Allah", karena kalau sudah demikian perlindungan Allah yang sangat sempurna dan penjagaanNya yang tiada cacat akan selalu menyertai kita dan keluarga.(dicopas dari sini)

wallahu alam

materi audio: download disini


View Comments

Tuesday, October 5, 2010

MQ Pagi 05 Oktober 2010

Tuesday, October 5, 2010
Pemateri: KH. Abdullah Gymnastiar
Materi: Hikmah dibalik pertemuan

Ringkasan Materi:
Kemarin, di Daarut Tauhid Jakarta diadakan halalbihalal. Banyak hikmah yang kita dapat ambil dalam acara halalbihalal ini atau sejenisnya terkait dengan pertemuan, saling berkumpul, dan saling bernostalgia. Mudah-mudahan kita tidak salah menempatkan acara pertemuan seperti ini. Alangkah sayangnya bila acara-acara seperti ini tercampur dengan rasa ujub dan saling membanggakan diri. Akan lebih bermanfaat jika kita menyikapinya dengan banyak bertaubat akan dosa yang pernah kita lakukan. Pertemuan seharusnya menjadikan kita untuk bertaubat dan akan sayang jika sebuah acara-acara silaturahmi ini ternoda dengan kemaksiatan yang kita lakukan..

Teruslah mengevaluasi diri tentang berapa banyak dosa yang kita lakukan karena sesungguhnya pangkat, gelar dan jabatan adalah topeng semata.

Sesungguhnya Allah Al-Bashir, Allah maha melihat dan tidak ada yang tersembunyi. Allah tidak akan pernah membiarkan kita sendiri dan Allah sesungguhnya mengurus diri kita dan amat dekat. Tidak ada kebaikan dan kemaksiatan kita yang luput dari catatan Nya. Dengan yakin bahwa Allah maha melihat dan selalu merasa Allah menatap kita maka akan banyak manfaatnya terutama terkait dengan acara-acara pertemuan seperti halalbihalal tersebut. Akan semakin terjaga lisan dan perbuatan kita jika kita bermuraqabah. Semoga Allah menggolongkan kita menjadi hamba Allah yang sangat sibuk dengan tatapan Allah SWT..(dicopas dari sini)

wallahu alam

materi audio: tidak ada

View Comments

MQ Pagi 04 OKtober 2010

Materi: Menjadi orang yang dapat dipercaya

Ringkasan Materi:
Salah satu pedoman penting untuk memiliki akhlak yang mulia adalah gelar yang diberikan kepada Baginda Rasulullah SAW, yaitu Al Amin. Al Amin berarti sangat terpercaya, kredibel. Lawan dari Al Amin adalah munafik, yaitu orang yang jika bicara dia berbohong, apabila berjanji dia melanggar, dan ketika diberi amanah dia berkhianat. Orang-orang munafik biasanya hatinya sibuk dengan penilaian makhluk, menuhankan makhluk, tidak merasa takut kepada Allah. Orang-orang yang munafik tidak akan pernah tenang karena hati, mulut, dan sikapnya tidak sesuai.

Kita perlu menghujamkan pada diri sendiri agar tidak menjadi orang yang munafik. Yakinkan diri untuk menjadi orang yang jujur dan terpercaya lillahi ta’ala, seperti yang telah dicontohkan Nabi Muhammad. Yang juga termasuk ciri orang munafik adalah suka berghibah. Padahal seharusnya, meskipun kita melihat orang yang akhlaknya buruk, jangan sampai kita membicarakannya di belakang.

Saat kita bersikap jujur tetapi mendapat penghinaan, jangan takut karena posisi kita benar dan tetap terhormat di hadapan Allah. Allah pun akan memberi ketenangan dan kelegaan hati, jauh dari kegelisahan. Jangan bersikap pengecut, lari dari masalah. Meskipun kita salah, hadapilah karena manusia memang tempat salah dan khilaf. Yang perlu dilakukan adalah terus bertekad menebus kesalahan-kesalahan kita, berniat untuk bersikap jujur hanya demi meraih ridhoNya, bukan untuk kenaikan jabatan, suksesnya usaha kita, atau dipandang baik oleh orang lain. Biarkan Allah yang mengurus makhlukNya yang lain, termasuk dalam menentukan bagaimana mereka melihat kita karena Allah-lah Yang Maha Membolak-balikkan hati dan Yang Maha Tahu yang terbaik bagi kita, para hambaNya.(dicopas dari sini)

wallahu alam

materi audio: tidak ada

View Comments

Sunday, October 3, 2010

MQ Pagi 03 OKtober 2010

Sunday, October 3, 2010
Pemateri: KH. abdullah Gymnastiar
Materi: Menunjukkan indahnya islam

Ringkasan Materi:
Siaran pagi ini dipancarkan oleh Aa’ gym yang sedang berada di mesjid Baitul Makmur Denpasar. Di Bali, muslim adalah minoritas sedangkan di Indonesia muslim mayoritas. Tentu cara berdakwah di kondisi seperti ini berbeda pula.

Mempelajari dan mengajari agama islam tidak dapat disamaratakan cara dan metodanya tanpa melihat kondisi lingkungannya terlebih dahulu. Sebab ada lingkungan yang sudah paham tentang islam namun ada juga yang belum paham dengan islam. Rasulullah memulai mengajarkan islam dengan berdiri sebagai satu-satunya orang yang beriman kepada Allah, namun Rasulullah tidak gentar sebagai minoritas karena beliau mengetahui cara yang tepat untuk berdakwah. Cara tersebut adalah berkhidmat kepada masyarakat, menunjukan keindahan islam tanpa banyak berkata-kata namun dengan tindakan nyata dan kesempurnaan Akhlaknya. Rasulullah tidak serta merta bercerita tentang alquran namun menjadikan AlQuran sebagai kepribadiannya.

Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang memutuskan untuk memeluk agama islam. Keluarga dan orang tuanya tentu menentang namun anak ini tetap pada pendiriannya namun juga tetap santun dan bersikap baik pada keluarganya. Dia tidak mengeluarkan sedikitpun kata-kata ajakan untuk menjadi seorang muslim seperti dirinya, tidak pula berceloteh tentang islam hingga suatu saat sang ayah jatuh sakit. Di saat saudara-saudaranya yang lain sudah bosan dan tidak peduli lagi dengan ayahnya, si anak yang muallaf ini terus sabar merawat ayahnya. Sang ayah pun bertanya, “Mengapa kamu sangat sabar dan tidak berkeluh kesah nak?” kemudian si anak menjawab “Karena islam mengajarkan saya untuk bersabar dan berbuat baik terhadap orang tua serta memerintahkan saya untuk tidak banyak berkeluh kesah ayah”. Mendengar ucapan sederhana anaknya, si ayah terenyuh dan akhirnya mau ikut mempelajari islam. Hanya satu kalimat dari anak tersebut namun sangat menggentarkan hati, tentu bukan hanya dari perkataannya namun lebih karena anak tersebut sudah istiqamah menunjukan kebenaran ajaran agama islam melalui sikapnya yang sangat islami.

Jadi mari kita awali dengan memberikan manfaat kepada orang lain, sebab tidak ada satu orangpun yang tidak suka diberi manfaat oleh orang lain. Berdakwah tidak selalu identik dengan berceramah, berkata-kata tajam menyuruh orang lain untuk berbuat seperti yang menurut kita baik...Namun berdakwah justru lebih baik diawali dengan terus meleburkan nilai-nilai islam dalam kepribadian kita dan menunjukan keindahannya dengan secara istiqamah berkhidmat atau memberikan manfaat terhadap orang lain.(dicopas dari sini)

wallahu alam

materi audio: tidak ada

View Comments

MQ Pagi 02 OKtober 2010

Materi: Niat berhaji

Ringkasan Materi:
Haji merupakan rukun islam yang setiap umat islam pasti menginginkannya. Ibadah haji bukan masalah uang, tetapi masalah apakah Allah mengundang kita atau tidak. Sering kita berniat tetapi terbungkus pada ukuran kemampuan harta yang dimiliki. Akibatnya, niat kita tidak diiringi keyakinan penuh. Padahal apabila Allah menetapkan seseorang berada di tanah suci, maka jalannya akan ada saja, tidak terduga, tak disangka, bahkan seringkali akal pun tidak dapat menjangkaunya.

Maka, mari kita berniat untuk haji dengan keyakinan penuh pada Allah. Jangan mengecilkan karunia Allah dengan mengukur kemungkinan kita berhaji berdasar kemampuan kita.

Setelah niat kita lurus, kita ikuti langkah-langkah agar Allah mengundang kita ke tanah suci, pertama apabila mendapatkan informasi tentang ibadah haji niatkan dalam diri untuk ibadah haji, selanjutnya pelajari segala sesuatu tentang seluk beluk ibadah haji, dan sisihkan uang berapapun niatkan untuk ibadah haji. Kemudian bersedekah yang banyak, jangan lupa mendoakan orang yang berangkat haji dan berbuat baik agar Allah ridho.

Segala sesuatu dapat terjadi atas izin Allah.(dicopas dari sini)

wallahu alam

materi audio: tidak ada

View Comments